Roma memulai kampanye Liga Champions mereka di Istanbul, Kamis (10/9) pukul 18.45 CEST atau 23.45 WIB, melawan Fenerbahce. Ini kompetisi yang sudah beberapa musim tidak mereka masuki, dan Gian Piero Gasperini datang ke konferensi pers dengan satu pesan yang ia ulang dari beberapa sudut berbeda.
Pertanyaan pertama soal apa yang ia harapkan setelah kemenangan meyakinkan atas Atalanta akhir pekan lalu dijawabnya dengan menaruh identitas di atas segalanya.
“Ikut serta di turnamen ini saja sudah berarti banyak dan tentu berbeda dari Serie A. Yang saya harapkan adalah kami menjadi diri kami sendiri, karena kami datang ke sini untuk bermain dengan kualitas yang sudah kami tunjukkan sepanjang tahun lalu. Jelas levelnya jauh lebih tinggi di sini, Anda berhadapan dengan tim-tim terbaik dari setiap liga, tapi kami harus memastikan identitas kami tetap terjaga.”
— Gian Piero Gasperini, AS Roma
Sikap itu bukan berarti meremehkan tuan rumah. Ditanya apa yang dibutuhkan untuk menang, ia menaruh rasa hormat lebih dulu, baru keyakinan.
“Kami harus menunjukkan rasa hormat yang besar kepada lawan. Mereka punya sejumlah pemain top. Kami harus percaya pada kemampuan kami dan memainkan sepak bola kami sambil terus waspada dan menghasilkan hal-hal yang kami mampu. Kami tahu kami bisa merepotkan mereka.”
— Gian Piero Gasperini
Fenerbahce sendiri datang dengan dua absen penting, Marco Asensio dan Matteo Guendouzi. Gasperini menolak menjadikannya bahan penghiburan, dan menyebut keduanya pemain hebat tapi skuad Fenerbahce musim ini sangat kuat secara keseluruhan. Menurutnya, siapa pun yang tidak bisa tampil karena cedera atau sanksi tidak mengubah apa pun soal kualitas lawan yang akan mereka hadapi.
Ia juga sudah menonton lebih dari satu laga tuan rumah, termasuk kekalahan mereka dari Besiktas asuhan Vincenzo Italiano serta pertandingan melawan Lyon dan Sturm Graz. Kesimpulannya, kekalahan terakhir di liga tidak mengubah statusnya sebagai tim papan atas.
Identitas yang ia sebut itu punya bentuk yang cukup jelas. Roma tiba di Istanbul sebagai tim yang sedang berada di papan atas Serie A, dengan pertahanan yang jauh lebih rapat dibanding pramusim mereka dan lini serang yang bertumpu pada Paulo Dybala serta Donyell Malen. Pertanyaannya adalah apakah semua itu bertahan ketika lawannya bukan lagi tim Serie A.
Mario Hermoso, yang mendampinginya di ruang yang sama, menjelaskan dari mana mentalitas yang diminta pelatihnya itu berasal.
“Hal pertama yang dia katakan saat masuk ke sini adalah kami butuh mentalitas tim yang ingin mendikte permainan, bermain dengan percaya diri dan yakin pada apa yang ia tanamkan. Kami harus berpikir kami akan menang, bahwa kami kuat, dan masuk ke laga seperti ini dengan keyakinan bisa mengimbangi siapa pun yang kami hadapi di kompetisi ini.”
— Mario Hermoso, AS Roma
Modal Roma tidak buruk. Mereka baru membalikkan keadaan atas Atalanta lewat gol di menit-menit terakhir, dan menurut Gasperini seluruh skuad dalam kondisi baik kecuali Lorenzo Pellegrini yang belum siap kembali. Semua nama lain tersedia untuk dipilih malam nanti.