Gasperini Sebut Roma Juga Butuh Hasil Imbang untuk Sampai ke Target

UEFA Champions League

Gasperini Sebut Roma Juga Butuh Hasil Imbang untuk Sampai ke Target

Hasil UCL: Fenerbahce 1-1 Roma

Roma membuka kembali perjalanan Liga Champions mereka dengan satu poin. Bermain di kandang Fenerbahce, Kamis (10/9) malam, mereka unggul lewat Bryan Cristante di menit ke-39 dari umpan Donyell Malen, sebelum Archie Brown menyamakan kedudukan tiga menit setelah jeda. Skor 1-1 bertahan sampai akhir.

Sehari sebelumnya, di ruang konferensi pers, Gian Piero Gasperini menaruh satu permintaan di atas segalanya, yaitu agar timnya tidak berubah hanya karena levelnya naik. Seusai laga, ia merasa bagian itu berhasil.

“Kami menjalani laga yang bagus. Tidak mudah di lapangan ini, dengan atmosfer seperti ini, dan melawan tim yang meski bermain di rumah sendiri justru menutup diri rapat-rapat dan mencari serangan balik, karena mereka punya beberapa pemain yang sangat cepat. Saya rasa kami menjalani pertandingan yang sangat baik.”

— Gian Piero Gasperini, AS Roma

Yang lebih menarik adalah cara ia memperlakukan hasilnya. Bagi banyak tim, imbang di laga pembuka setelah unggul lebih dulu terasa seperti dua poin yang hilang. Gasperini memilih membacanya dari kacamata klasemen fase liga yang panjang.

“Lalu di akhir keluar hasil imbang ini yang, untuk klasemen, bisa jadi penting, karena hasil imbang juga dibutuhkan untuk bisa mencapai target.”

— Gian Piero Gasperini

Di sesi yang lebih lengkap, hitungannya ia buat lebih konkret lagi, sampai ke selisih satu angka.

“Ini kompetisi berbasis klasemen dan hasil imbang juga menentukan untuk lolos. Antara mengumpulkan sepuluh dan sebelas itu ada bedanya. Ini poin bagus untuk kedua tim.”

— Gian Piero Gasperini, Tuttomercatoweb

Kalimat itu masuk akal dalam format yang sekarang. Fase liga berisi delapan pertandingan dan urutan akhirnya ditentukan akumulasi poin dari seluruh peserta, bukan lagi peringkat di grup berisi empat tim. Dalam hitungan seperti itu, satu poin di kandang lawan yang kuat bukan barang yang dibuang.

Ia juga tidak menganggap lawannya bermain seperti biasa. Menurut Gasperini, Fenerbahce memilih pendekatan yang bahkan di luar kebiasaan mereka sendiri, dan itu bagian dari kenapa satu poin di sana tidak ia sesali.

“Fenerbahce menjalani laga bertahan seperti yang belum pernah saya lihat. Mereka tim yang berbahaya dalam kecepatan dan kami menerima risiko itu.”

— Gian Piero Gasperini

Konteks yang ia tambahkan berikutnya menjelaskan sisanya. Lapangan seperti itu, katanya, biasanya berakhir buruk terutama bagi tim-tim Italia dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengakui Roma bisa saja kalah, tapi menegaskan ada juga momen ketika mereka bisa memenanginya, dan timnya memainkannya dengan terbuka alih-alih menutup diri.

Menarik karena tim-tim Gasperini praktis tidak pernah bermain untuk hasil imbang, dan hal itu ikut disodorkan kepadanya. Jawabannya tidak membantah reputasi tersebut. Menurutnya kehadiran sistem tiga poin sudah mengubah sepak bola dan membuat kebutuhan untuk menang jadi sangat tinggi, dan selalu punya harapan memenangi pertandingan justru ia anggap hal yang positif.

Gol Cristante sendiri punya nilai tersendiri di luar papan skor. Menurut catatan Sky Sport, itu gol Liga Champions pertama Roma setelah 2.745 hari, jarak yang menjelaskan seberapa lama klub ini absen dari kompetisi tersebut.

Soal para pemain pengganti, Gasperini tidak menemukan alasan untuk mengeluh. Ia menyebut Leandro Balerdi masuk dengan sangat bagus, begitu pula Nahuel Molina, dan Marten de Roon masuk di menit-menit akhir ketika timnya memang harus mengamankan hasil. Harapannya pada kecepatan Rodrigo Mora untuk merepotkan area depan kotak penalti tidak sepenuhnya terwujud, karena Fenerbahce menutup ruang di antara lini dengan rapat.

“Tahun ini, dari sisi itu, kami punya pendekatan yang tepat dari semua orang.”

— Gian Piero Gasperini

Cristante, yang mencetak gol itu, membaca malam tersebut dengan nada yang sama puasnya saat berbicara kepada Sky Sport.

“Bagus, bagus sekali, karena saya rasa sejak menit pertama kami mengelola laga dengan baik. Sayang soal gol yang kami terima, tapi saya rasa kami benar-benar menjalani penampilan yang sangat bagus. Sayang soal hasil imbangnya, tapi kami pulang dengan kepala tegak.”

— Bryan Cristante, Voce Giallorossa

Roma kini menunggu laga berikutnya di fase liga sambil kembali ke Serie A, tempat mereka baru saja membalikkan keadaan atas Atalanta lewat gol di menit-menit akhir.

Berita lain dari laga ini