Setelah wasit meniup peluit panjang di Stadio Diego Armando Maradona, awak Amazon Prime Video menunggu cukup lama sebelum Massimiliano Allegri muncul. Napoli baru saja kalah 0-1 dari Arsenal di laga pembuka fase liga UEFA Champions League, dan pelatihnya memilih menyelesaikan urusan di dalam lebih dulu.
Kalimat pertamanya adalah penjelasan atas keterlambatan itu, dan langsung tersambung ke penilaiannya soal laga.
“Saya mengambil waktu untuk berbicara kepada tim dan mandi. Kami menjalani laga yang bagus melawan salah satu tim terkuat di Eropa. Babak pertama sangat berimbang, lalu mereka menaikkan tempo. Kami bertahan dengan baik dan itu positif, kalau kami bertahan seperti ini Sabtu lalu atau melawan Como, hasilnya akan berbeda.”
— Massimiliano Allegri, Corriere dello Sport
Perbandingan itu bukan retorika kosong. Kekalahan dari Arsenal adalah yang ketiga berturut-turut untuk Napoli, setelah tumbang dari Como dan Inter, dan justru penampilan malam itu yang ia anggap paling layak dipertahankan.
Arsenal melepas 26 tembakan sepanjang laga, terbanyak yang pernah diterima Napoli di kompetisi ini. Gawang mereka baru jebol di menit ke-75 lewat tembakan Martin Odegaard dari tepi kotak penalti, ujung dari rangkaian 29 umpan. Ditanya soal pernyataan Mikel Arteta yang menyebut Arsenal seharusnya menang dengan selisih lebih besar, Allegri tidak membantahnya.
“Mereka punya beberapa peluang, kami tahu kesulitan laga ini. Kami tahu kualitas mereka, mereka menjuarai Premier League dan mencapai final Liga Champions. Saya senang dengan debut Favasuli, yang tahun lalu bermain di Catanzaro, dan juga Vergara.”
— Massimiliano Allegri, Tuttomercatoweb
Yang ia tunjuk sebagai penyebab utama adalah satu hal yang sangat spesifik: keputusan di umpan terakhir. Kepada Sky Sport ia menyebut dua atau tiga kali timnya mengirim umpan silang ketika tidak ada siapa pun di kotak penalti, dan semua umpan silang lainnya berhasil dipatahkan Arsenal. Menurutnya, ketika sebuah tim salah memilih terlalu sering di sepertiga akhir, hukuman dari lawan selevel ini datang dengan sendirinya.
Meski begitu, nada bicaranya soal hasil jauh lebih keras daripada soal permainan.
“Saya sangat marah, karena ini yang ketiga berturut-turut, dan hasil itu yang menentukan. Kalau menganalisis hal-hal negatif malam ini, jelas itu pilihan umpan terakhir dan beberapa keputusan. Kami akan pulih, saya yakin itu, lalu kami akan memikirkan Liga Champions lagi.”
— Massimiliano Allegri
Ada dua alasan yang ia berikan untuk babak kedua yang lebih berat. Gilmour dan Kevin De Bruyne baru pertama kali tampil sebagai starter, dan menurutnya kaki para pemainnya mulai habis. Meski begitu ia menolak menyebut malam itu sebagai kemunduran, dan menunjuk semangat berkorban timnya sebagai pembanding dengan apa yang terjadi di San Siro.
Prioritasnya kini kembali ke Serie A. Allegri menyebut kebangkitan Napoli membutuhkan kemenangan atas Bologna yang menurutnya tidak akan mudah, dan ia memberi dirinya tenggat sekitar dua bulan untuk membenahi posisi timnya di klasemen sebelum benar-benar kembali berpikir soal Eropa.