Arteta Sebut Skor 1-0 Tak Mencerminkan Jalannya Laga

UEFA Champions League

Arteta Sebut Skor 1-0 Tak Mencerminkan Jalannya Laga

Hasil UCL: Napoli 0-1 Arsenal

Arsenal membuka fase liga UEFA Champions League dengan kemenangan 1-0 di Stadio Diego Armando Maradona, Rabu (9/9) malam waktu setempat. Gol tunggalnya lahir di menit ke-75 lewat tembakan Martin Odegaard dari tepi kotak penalti yang mencium tiang sebelum masuk, penutup dari rangkaian 29 umpan.

Skornya minimalis, tapi jalannya laga tidak. Menurut catatan klub, Arsenal melepas 26 tembakan malam itu, terbanyak yang pernah mereka catat dalam satu pertandingan Liga Champions sejak musim 2003/04, sekaligus terbanyak yang pernah diterima Napoli di kompetisi ini.

“Sangat, sangat senang, cara kami menyerang laga ini sejak menit pertama, cara kami bertarung, antusiasme yang kami bawa, bagaimana kami harus menyerang mereka, bagaimana kami harus mengacaukan struktur mereka, tujuannya, kualitasnya, jumlah peluang yang kami ciptakan. Jelas, sekali lagi, papan skor seharusnya mencerminkan hasil yang sangat berbeda.”

— Mikel Arteta, Arsenal FC

Peluang yang ia maksud berjatuhan sepanjang laga. Bukayo Saka melepas tendangan salto yang melayang tepat ke pelukan Alex Meret di menit ke-12, Mikel Merino menyundul dan ditepis Meret, Ben White menembak lemah dari kiri, lalu Saka sendiri melambungkan bola dari jarak 12 meter di menit ke-45. Di babak kedua, Piero Hincapie bahkan menyia-nyiakan peluang dari dalam kotak kecil.

Ditanya soal ketajaman, Arteta menolak membingkainya sebagai masalah mental. Ia memilih menjawabnya dengan aritmetika.

“Kalau orang bicara soal pemain yang klinis, kenyataannya mereka mencetak satu gol dari setiap lima atau enam tembakan tepat sasaran. Itulah yang disebut klinis. Jadi kalau kami menghasilkan volume lebih banyak, kami akan mencetak lebih banyak gol.”

— Mikel Arteta

Meski begitu ia tidak menutup mata bahwa 1-0 selalu menyisakan celah. Arteta menyinggung satu situasi ketika Kevin De Bruyne berada di dalam kotak penalti Arsenal, momen yang menurutnya di hari lain bisa berakhir lain. Terhadap gelandang Belgia itu sendiri, nada bicaranya berubah jadi hangat. Ia menyebut De Bruyne sebagai salah satu pemain favoritnya sepanjang masa, orang yang pernah ia latih hampir empat tahun, dan salah satu gelandang terbaik sepanjang sejarah yang masih menyenangkan untuk ditonton.

Declan Rice, yang ikut dalam rangkaian umpan menuju gol Odegaard, memberi hitungan yang lebih blak-blakan soal berapa yang seharusnya masuk.

“Menurut saya, malam ini bisa saja empat atau lima kalau kami sedikit lebih klinis. Jarang sekali ada sebanyak itu peluang di dalam kotak enam yard, jadi kami bisa memperbaiki hal itu.”

— Declan Rice, Arsenal FC

Malam itu juga mematahkan satu catatan tuan rumah. Napoli tidak pernah kalah di dua laga kandang Eropa secara beruntun sebelum ini. Arsenal berikutnya melawat ke Sunderland akhir pekan ini, sebelum Piala Liga dan lanjutan Premier League mengisi jadwal mereka sampai jeda internasional.

Berita lain dari laga ini