Arteta Berterima Kasih ke Suporter yang Terjebak Kekacauan Penerbangan

UEFA Champions League

Arteta Berterima Kasih ke Suporter yang Terjebak Kekacauan Penerbangan

Rombongan Arsenal sendiri tiba di Napoli jauh lebih larut dari jadwal, dan konferensi pers pra laga sampai batal

Perjalanan Arsenal ke Napoli sudah bermasalah sebelum bolanya bergulir. Gangguan lalu lintas udara dari Inggris membuat penerbangan tertunda berjam- jam, rombongan tim tiba di Italia jauh lebih larut dari rencana, dan konferensi pers menjelang laga batal digelar.

Suporter yang menempuh rute serupa mengalami hal yang sama, dan sebagian baru sampai di Stadio Diego Armando Maradona setelah perjalanan yang panjang. Selesai laga, hal itulah yang lebih dulu diangkat Mikel Arteta.

“Saya rasa mereka mengerahkan usaha yang luar biasa besar, jadi terima kasih banyak. Terima kasih sebesar-besarnya karena mereka mau datang ke sini. Kemarin berat, kami hanya memikirkan mereka. Kami menemukan cara untuk sampai di sini, agak lebih lambat dari yang diperkirakan, tapi tetap sampai, jadi dari seluruh klub, terima kasih banyak dan semoga mereka menikmati kemenangan ini.”

— Mikel Arteta, Arsenal FC

Kemenangan itu sendiri datang lewat gol Martin Odegaard di menit ke-75, tembakan dari tepi kotak penalti yang membentur tiang sebelum masuk. Hasil tersebut memperpanjang rentetan kemenangan Arsenal di fase liga Liga Champions jadi 13 laga beruntun, catatan terpanjang kedua dalam sejarah kompetisi setelah Bayern Munchen yang mengumpulkan 17 antara Desember 2020 dan November 2023.

Ditanya soal rentetan itu, Arteta tidak menaruhnya pada sistem atau rekrutan baru.

“Menurut saya rasa lapar dan hasrat tim, lalu tiap individu yang memberikan kemampuan terbaiknya di setiap laga, di setiap aksi, itu menyenangkan untuk ditonton. Setiap kali kami melakukannya lagi, cara tim bereaksi, setiap kali kami harus mencobanya lagi, bahkan ketika bola hilang dan itu membuat frustrasi, rasanya luar biasa.”

— Mikel Arteta

Rentetan itu juga ditopang hal yang lebih membosankan, yaitu tidak kebobolan. Arsenal sudah mencatat 20 nirbobol dalam 40 laga Liga Champions di bawah Arteta, empat lebih banyak daripada tim mana pun sejak awal musim 2023/24. Malam di Napoli menambah satu lagi ke tumpukan itu, meski David Raya sempat dua kali diuji dari jarak jauh oleh Kevin De Bruyne dan Matteo Politano di babak pertama.

Kondisi di lapangan pun tidak membantu siapa pun. Italia selatan sedang dilanda gelombang panas dan laga yang dimulai pukul 21.00 waktu setempat itu berjalan di suhu mendekati 30 derajat dengan udara lembap. Napoli bermain dengan blok rendah dan jarak antarpemain yang rapat, sesuatu yang menurut Arteta memang sulit dibongkar tapi tetap mungkin dilakukan karena kualitas pemain yang ia punya.

Declan Rice mengukur malam itu dengan pembanding yang tidak biasa.

“Itu mungkin laga terpanas yang pernah saya jalani bersama Arsenal sejauh ini. Rasanya sebenarnya mirip Piala Dunia, lembap, lapangannya kering dan berat juga, jadi lebih sulit, tapi tetap bisa bermain seperti yang kami lakukan.”

— Declan Rice, Arsenal FC

Setelah laga pertama dari empat lawatan beruntun ini, Arsenal masih harus menempuh perjalanan ke Bayern Munchen, Slavia Praha, dan Real Betis di fase liga. Untuk sekarang, mereka pulang dengan tiga poin dan satu catatan kandang Napoli yang akhirnya pecah, karena tim Serie A itu belum pernah kalah di dua laga kandang Eropa secara beruntun sebelum malam ini.

Berita lain dari laga ini