Sesaat sebelum Milan menjamu Venezia di San Siro, DAZN mengajukan satu pertanyaan kepada Ruben Amorim: apakah keputusan menjual Rafael Leao itu diambil bersama-sama? Pertanyaan itu perlu ditulis lengkap, karena jawaban yang keluar sesudahnya tidak menyebut nama Leao sekali pun.
“Saya percaya kalau kamu ada di tim ini, kamu harus selalu memberi 100 persen. Kalau timnya tumbuh, individunya juga tumbuh. Untuk meraih hasil, kelompoknya yang penting. Dan karena itu, individualitas juga jadi bernilai.”
— Ruben Amorim, SempreMilan
Karena tidak ada nama yang disebut, jawaban itu memang tidak bisa dibaca sebagai konfirmasi soal siapa yang memutuskan atau kapan. Yang mengikatnya ke Leao adalah pertanyaannya, dan urutan tanya-jawab itulah yang dilaporkan MilanNews dari sesi DAZN tersebut. Isinya pun sejalan dengan yang ia sampaikan sehari sebelumnya di Milanello, ketika ia menempatkan persoalan Leao pada mentalitas alih-alih kualitas dan menyebut ada saatnya seorang pemain sebaiknya pergi. Versi yang dilaporkan ESPN lebih gamblang lagi: menurut Amorim, itulah situasi yang sedang mereka hadapi.
Setelah laga, nama Leao tidak muncul lagi. Di wawancara DAZN pasca-laga maupun di konferensi pers San Siro, pertanyaan yang datang ke Amorim habis di soal cara timnya bertahan, gol pertama Gonçalo Ramos, dan alasan Christian Pulisic tidak dimainkan.
Yang bergerak malam itu ada di luar ruang wawancara. Kesepakatan penjualan Leao ke Galatasaray sudah dicapai pada hari yang sama, mengalahkan Aston Villa yang lebih dulu jadi prioritas pemainnya. Menurut laporan Goal, Leao masih condong menerima tawaran Villa sepanjang pagi, lalu berubah pikiran selepas tengah hari setelah klub Turki itu memperbaiki penawarannya.
Nilainya belum seragam di semua laporan, dan itu wajar untuk kesepakatan yang belum diumumkan resmi. football-italia menyebut angka 43-45 juta euro ditambah sekitar 2 juta euro bonus, sementara Milan Reports menulis 43 juta euro plus 2 juta euro bonus. Yang sama di semua versi adalah 20 persen dari penjualan berikutnya tetap menjadi hak Milan. Untuk Leao sendiri, football-italia menyebut gaji sekitar 10 juta euro plus 2 juta euro bonus performa per musim, hampir dua kali lipat dari yang ditawarkan Aston Villa.
Statusnya per Sabtu pagi masih sebatas kesepakatan, bukan pengumuman. Leao dijadwalkan terbang ke Istanbul untuk menjalani tes medis, dan laporan Sky Sport Italia menyebut ia hadir di San Siro pada malam laga untuk berpamitan kepada pendukung Milan. Ia memang tidak masuk skuad karena kombinasi kondisi fisik dan kepindahan yang sudah di depan mata, dan sampai pergi ia tidak bermain satu laga kompetitif pun musim ini.
Akhir seperti ini sudah ia sinyalkan sendiri. Sebelum bergabung dengan skuad Portugal untuk Piala Dunia 2026, Leao mengatakan ia butuh tantangan baru di liga yang berbeda setelah tujuh musim di Milan.
“Saya sudah memberikan segalanya di Milan. Ini klub yang sangat membantu saya berkembang dan menopang saya melewati masa-masa sulit.”
— Rafael Leao, ESPN
Leao datang dari Lille pada 2019 dan menutup masanya di Milan dengan 291 penampilan kompetitif serta 80 gol, dengan Scudetto 2021-22 dan satu Supercoppa Italiana sebagai satu-satunya gelar. Kontraknya sebenarnya masih berjalan sampai Juni 2028. Aston Villa sendiri tidak pulang dengan tangan kosong: menurut Milan Reports, mereka berpindah haluan ke Ibrahim Mbaye dari Paris Saint-Germain.