Lazio-Milan malam ini menumpuk terlalu banyak rekor kecil untuk dilewatkan begitu saja. Hampir semuanya berhenti di angka empat, dan hampir semuanya bisa pecah dalam 90 menit.
Yang paling menarik milik Davide Frattesi. Statistik Opta yang dikutip Eurosport mencatat gelandang itu mencetak gol di tiga penampilan Serie A pertamanya bersama Lazio. Sebelum dia, hanya Mauro Zarate, Giuseppe Signori dan Silvio Piola yang mampu mencetak gol di tiga laga pertama mereka bersama klub itu di kasta tertinggi. Bagian yang membuat malam ini punya taruhan tersendiri, tidak satu pun dari ketiganya mencetak gol di laga keempat.
Timnya juga sedang berdiri di ambang yang serupa. Masih dari Opta, Lazio memenangi tiga laga pertama Serie A musim ini, sesuatu yang sebelumnya cuma terjadi pada 1974/75 dan 2012/13. Di musim pertama mereka menahan imbang laga keempat, di musim kedua mereka kalah.
Di sisi rossoneri, Ruben Amorim punya kesempatan masuk daftar yang belum tersentuh selama seperempat abad. Opta mencatat ia bisa menjadi pelatih pertama yang memenangi tiga dari empat laga Serie A pertamanya sebagai pelatih Milan sejak Fatih Terim pada 2001, sekaligus orang ke-12 dalam sejarah klub yang melakukannya. Ada tekanan sebaliknya juga. Milan kalah setidaknya sekali dalam empat laga pembuka Serie A pada masing-masing tiga musim terakhir.
Alphadjo Cisse ikut mengejar sesuatu. Setelah mencetak gol ke gawang Torino dan Juventus, penyerang muda itu bisa menjadi pemain ketiga yang mencetak gol di tiga laga tandang Serie A pertamanya bersama Milan pada era tiga poin, setelah Maurizio Ganz pada 1998 dan Krzysztof Piatek pada 2019.
Rekam pertemuan keduanya justru bercerita sebaliknya. Lazio kalah 73 kali dari 166 laga Serie A melawan Milan, dengan 33 kemenangan dan 60 hasil imbang, dan cuma melawan Juventus mereka lebih sering kalah. Tapi tren terbarunya bergeser. Lazio memenangi dua dari tiga pertemuan terakhir, sebanyak yang mereka raih dalam 10 pertemuan sebelumnya, meski mereka belum pernah lagi mengalahkan Milan dua kali beruntun di liga sejak 2012. Di Olimpico sejak 2012, mereka menang tujuh dari 15 laga kandang melawan rossoneri.
Lalu ada satu orang yang berdiri persis di tengah semua angka ini. Gennaro Gattuso tercatat 335 kali tampil di Serie A untuk Milan antara 1999 dan 2012, lebih banyak dari pemain rossoneri mana pun pada periode itu, dan melatih klub yang sama di 62 laga liga antara 2017 dan 2019 dengan tepat separuhnya berakhir kemenangan, yaitu 31 menang, 19 imbang dan 12 kalah.
Amorim sudah menyebut nama itu di konferensi persnya, dan menyebut agresivitas Gattuso sebagai hal yang hilang dari Milan belakangan ini. Malam ini kalimat itu diuji secara harfiah, karena orang yang ia sebut sedang menyiapkan tim di ruang ganti seberang.