Amorim Bela Ramos dan Soroti Cara Milan Masuk Kotak

Serie A

Amorim Bela Ramos dan Soroti Cara Milan Masuk Kotak

Dua gol Milan di Olimpico datang dari sayap, FYI

Gonçalo Ramos memulai laga sebagai ujung tombak tunggal Milan di Olimpico dan ditarik menjelang akhir laga untuk memberi tempat kepada Francesco Camarda. Dua gol yang menyelamatkan satu poin datang dari Diego Moreira, winger yang baru masuk saat jeda, bukan dari penyerang tengahnya.

Pertanyaannya kepada Amorim pun mengarah ke sana, apa yang kurang supaya Ramos dan tim ini nyambung. Jawabannya tidak menyentuh Ramos sama sekali di kalimat pertama.

“Menurut saya kami harus lebih banyak berada di dekat kotak penalti. Kami lama memegang bola, tapi jauh dari kotak. Kami harus mendorong tim lebih maju dan menciptakan lebih banyak kombinasi di dalam kotak. Yang terjadi, kami nyaris cuma sampai ke sana lewat umpan silang.”

— Ruben Amorim, Milannews.it

Keluhan itu bukan soal jumlah bola yang dimiliki Milan, melainkan soal di mana bola itu berada. Sepanjang babak pertama, Lazio membiarkan Milan memutar bola di area yang tidak berbahaya, dan sepertiga akhir baru terasa ramai setelah Amorim menambah winger saat jeda.

Ia lalu menjelaskan kenapa bersandar pada umpan silang saja tidak menolong siapa pun, paling tidak tidak menolong orang yang berdiri di ujungnya.

“Kadang, kalau cuma bersandar pada umpan silang, kamu bisa mengirim sebanyak apa pun, tapi bagi penyerangnya itu jadi sulit. Jadi kami harus punya variasi cara masuk kotak penalti, kadang dengan lari memotong ke sudut dari Pulisic atau Cissé yang menyusup, supaya Ramos bisa lebih sering menyentuh bola.”

— Ruben Amorim

Baru di kalimat penutup ia menyinggung pemainnya sendiri, dan itu pun berupa jaminan. Menurut Amorim, Ramos juga pasti akan membaik sepanjang musim berjalan.

Tuntutan yang sama ia lontarkan ke arah para gelandang serangnya.

“Kami harus membawa lebih banyak pemain mendekat ke kotak penalti. Kami menghabiskan banyak waktu dengan bola, tapi sedikit di dekat kotak. Kerja trequartista harus berbeda.”

— Ruben Amorim, Spazio Milan

Tanpa perubahan itu, penyerang tengahnya akan terus berdiri sendirian di antara para bek lawan sambil menunggu bola datang dari tepi, dan penilaian publik atas Ramos akan dibentuk oleh situasi yang sebetulnya bukan buatannya.

Angka di papan skor memberi sedikit pembenaran untuk kesabaran itu. Milan mencetak dua gol dalam dua menit begitu jarak ke kotak penalti mengecil, dan keduanya lahir setelah Amorim menambah kecepatan di sisi lapangan.

Amorim juga tidak menyinggung soal bursa transfer atau alternatif di posisi itu. Camarda tetap ia pakai sebagai pengganti di menit-menit akhir, dan pesannya untuk Ramos berhenti di satu kalimat pendek soal waktu. Dua gol kemarin memang datang dari sayap, tapi yang ingin ia perbaiki bukan siapa yang mencetaknya, melainkan berapa lama Milan berani berdiri dekat gawang lawan.

Berita lain dari laga ini