Amorim Bela Starting XI-nya, Saya Bukan Orang Gila

Serie A

Amorim Bela Starting XI-nya, Saya Bukan Orang Gila

Habis comeback 2-2 lawan Lazio

Amorim menurunkan Gonçalo Ramos sebagai ujung tombak, dengan Ruben Loftus-Cheek dan Cissé di belakangnya, serta Samuel Chukwueze dan Pervis Estupiñán sebagai dua winger. Setelah tertinggal 0-2, ia mengubah tiga posisi sekaligus saat jeda. Christian Pulisic, Diego Moreira, dan Yunus Musah masuk bersamaan, dan dua di antaranya terlibat langsung dalam gol penyeimbang.

Pertanyaan pertama yang ia terima di ruang konferensi pers soal itu bernada menuduh, apakah susunan awalnya memang keliru. Jawabannya keras.

“Terlalu mudah mengatakannya sesudah laga. Saya bukan orang gila yang membuat pilihan supaya timnya tidak bermain baik. Semangat di babak kedua sama sekali berbeda, begitu juga cara kami menghadapi laganya. Kami tidak boleh berhenti memainkan sepak bola yang memang harus kami mainkan.”

— Ruben Amorim, Milannews24

Kalimat itu ia ucapkan tanpa menyebut nama pemain mana pun yang mengecewakannya. Dalam pembacaan Amorim, yang gagal di 45 menit pertama bukan komposisinya di atas kertas, melainkan cara timnya masuk ke laga, dan itu dua hal yang menurutnya sering dicampuradukkan orang begitu skornya sudah kelihatan.

Yang ia tolak bukan cuma tuduhannya, tapi juga solusi yang biasanya menyertai tuduhan seperti itu. Amorim menegaskan ia tidak akan mengganti susunan pemainnya, dan menaruh masalahnya di tempat lain.

“Kami bermain begitu di babak kedua karena kami sedang tertinggal 0-2, tapi saya tidak mau bilang saya akan mengubah susunan pemain. Saya akan mengubah sesuatu, mungkin saya akan melakukan sedikit lebih banyak untuk memancing energi itu.”

— Ruben Amorim

Bagian yang paling konkret dari pembelaannya adalah soal Moreira. Pemuda Belgia berusia 22 tahun itu ditempatkan di sisi kiri, bukan kanan seperti saat debutnya di Turin, dan ia membalasnya dengan dua gol pertamanya di Serie A. Amorim memastikan kombinasi itu bukan improvisasi semalam.

“Saya ingin bermain dengan tiga bek dan dua winger. Jadi kadang mereka berdua akan main bersama, dan Moreira bermain sangat bagus di kiri. Dia punya pengalaman bermain di kiri waktu di Strasbourg. Kami mengenal betul pemain kami, jadi ini akan terjadi lagi nanti.”

— Ruben Amorim

Kepada DAZN ia menambahkan alasan teknisnya, bahwa kaki kiri Moreira membuka lapangan dan menghasilkan jenis umpan silang yang berbeda dari Chukwueze yang cenderung menusuk ke dalam lebih dulu. Meski begitu ia jujur bahwa itu bukan pertimbangan utamanya. Yang ia pikirkan saat memasukkan Moreira adalah kecepatan dan ide menambah satu winger di area tempat Lazio bertahan dengan tiga bek.

Moreira sendiri tidak repot-repot mengklaim kredit atas posisinya. Ditanya soal penampilannya yang datar di Turin, ia menyebutnya sebagai proses masuk ke kompetisi baru melawan tim kuat, dan mengatakan pelatihnya meminta hal yang berbeda kali ini. Soal ia akan ditempatkan di mana pekan depan, ia memilih menunggu.

“Saya sangat senang dengan dua gol pertama saya, tapi saya akan lebih senang kalau kami menang. Saya bisa main di dua sisi, bagi saya sama saja. Hari ini pelatih membuat pilihan yang sangat bagus menaruh saya di kiri.”

— Diego Moreira, Milannews24

Jadi dua suara itu bertemu di kesimpulan yang sama dari arah yang berlawanan. Amorim menolak susunan awalnya disebut kesalahan, dan pemain yang baru ia masukkan justru bilang keputusan pelatihnya tepat. Yang tersisa adalah pertanyaan yang tidak dijawab siapa pun semalam, kenapa energi babak kedua itu baru muncul setelah Milan tertinggal dua gol.

Berita lain dari laga ini