Amorim Sebut Modric Butuh Laga Dengan Penguasaan Bola

Serie A

Amorim Sebut Modric Butuh Laga Dengan Penguasaan Bola

Ditarik saat jeda di Olimpico dan digantikan Musah, sehari setelah pelatihnya menyebutnya poros

Sehari sebelum laga, Amorim mengiyakan bahwa kehadiran Luka Modric membuat Milan menekan lebih sedikit, dan menyebut itu pertukaran yang sengaja ia pilih demi lebih banyak menguasai bola. Di Olimpico, pertukaran itu tidak berjalan. Milan kehilangan bola terus-menerus di babak pertama, dan Modric ditarik saat jeda, digantikan Yunus Musah.

Kepada DAZN, Amorim menjelaskan apa yang ia lihat sebelum mengambil keputusan itu. Gambarannya soal babak kedua persis kebalikannya, energi masuk, bola terjaga, dan laga kembali berada di bawah kendali timnya.

“Di babak pertama kami sama sekali tidak jalan. Energinya tidak pas. Kami kehilangan begitu banyak bola tanpa ditekan siapa pun, bahkan di umpan-umpan sederhana.”

— Ruben Amorim, Milannews.it

Ditanya apakah dengan cara bermain seperti itu Milan sanggup menampung Modric, Amorim tidak menghindar. Ia menjawabnya sebagai syarat, bukan sebagai keraguan.

“Kami harus benar-benar bagus dalam menguasai bola supaya Luka nyaman di dalam laga. Kalau kami mengubah laga jadi bolak-balik dan adu lari tanpa henti, itu bukan jenis laga untuk Luka. Karena itulah kami mengubah pendekatan di babak kedua dengan memasukkan Musah, kami sadar kami butuh sedikit lebih banyak kecepatan di lini tengah.”

— Ruben Amorim

Penjelasan teknisnya menyusul, dan isinya soal posisi berdiri, bukan soal usia atau stamina. Menurut Amorim, Modric terlalu sering turun merapat ke para bek tengah, sehingga Milan punya empat pemain yang cuma mengurus awal serangan dan kekurangan orang di ruang antarlini.

“Kami bisa bermain dengan Luka dan kami sudah menunjukkannya di laga-laga terakhir, tapi untuk itu kami harus mengubah laganya jadi dominasi penguasaan bola dan kontrol. Kalau kami mengubahnya jadi lomba lari, bagi dia itu jadi mustahil.”

— Ruben Amorim

Nada itu konsisten dengan apa yang ia katakan di ruang konferensi pers, bahwa ia tidak berencana mengganti susunan pemainnya dan lebih ingin mengubah cara timnya memulai laga. Modric tetap di dalam rencananya. Yang Amorim tuntut adalah laga yang membuat Modric masuk akal, dan 45 menit pertama di Olimpico jelas bukan salah satunya.

Yang membuat penjelasan itu terasa berat adalah jaraknya dengan apa yang ia katakan 24 jam sebelumnya. Saat itu Amorim menyebut Modric sebagai poros dan mengakui ia rela menukar sebagian pressing demi penguasaan bola. Di Olimpico, Milan tidak mendapat dua-duanya di babak pertama, tidak pressing dan tidak juga bola, dan gelandang 41 tahun itu yang pertama ditarik.

Berita lain dari laga ini