Milan bertandang ke Stadio Olimpico, Sabtu (12/9) pukul 18.00 CEST atau 23.00 WIB, untuk pekan keempat Serie A. Di sisi lain lapangan berdiri Gennaro Gattuso, orang yang tercatat 335 kali membela rossoneri sebagai pemain dan pernah melatih mereka selama dua musim. Ruben Amorim ditanya soal pertemuan itu di konferensi pers hari Jumat, dan ia menjawabnya dengan menyentuh titik yang cukup sensitif di Milanello.
“Gattuso adalah legenda, dia sosok penting bagi Milan. Talenta bukan segalanya. Perlu agresivitas, dan yang hilang dalam beberapa tahun terakhir justru gairah dan komitmen itu. Gattuso contoh yang sangat bagus.”
— Ruben Amorim, Milannews24
Milan sendiri belum terkalahkan musim ini, dengan kemenangan atas Venezia dan Torino sebelum hasil 1-1 di Turin akhir pekan lalu. Lazio justru yang berdiri di puncak dengan poin penuh, dua angka di atas rossoneri, sebuah urutan yang jarang terlihat di pekan keempat.
Sebelum sampai ke pujian itu, Amorim lebih dulu menguraikan lawannya sebagai tim, bukan sebagai nostalgia.
“Kami akan menghadapi tim yang cepat dan agresif, yang punya identitas sangat jelas, yang membangun dengan empat bek. Davide Frattesi pembelian yang sangat tepat, dua pemain sayap yang bagus mengolah bola, dan penyerang tengah baru. Tim yang nyaman dan sedang percaya diri.”
— Ruben Amorim
Lazio memenangi tiga laga pertama mereka di Serie A musim ini setelah membuka musim dengan kekalahan di Coppa Italia. Amorim menyebut urutan itu dengan nada geli.
“Kadang sepak bola itu lucu, mereka mengawali dengan kalah di Coppa lalu menang tiga dari tiga.”
— Ruben Amorim
Milan sendiri tertinggal dua poin dari puncak setelah hasil 1-1 di markas Juventus akhir pekan lalu. Soal klasemen, pelatih asal Portugal itu enggan membesarkan urusannya, dan menyebut posisi di pucuk pada Sabtu malam paling-paling cuma menarik buat anaknya.