Pada menit ke-89, dengan Juventus tertinggal 0-1, Luciano Spalletti menarik Zeki Celik dan memasukkan Federico Gatti. Secara posisi itu pergantian bek dengan bek. Secara fungsi sama sekali bukan: Gatti tidak diminta menambal pertahanan, ia diminta berdiri di kotak penalti Milan.
Tiga menit kemudian skema itu berbuah. Teun Koopmeiners, yang juga pemain pengganti, mengirim umpan silang dari sisi kanan pertahanan Milan, dan Gatti menang duel udara di tengah kotak sebelum menyundulnya melewati Mike Maignan. Laga berakhir 1-1, sesuai catatan pertandingan resmi Juventus.
Spalletti tidak berpura-pura itu improvisasi buta. Ditanya soal gol tersebut, ia menjelaskannya sebagai penggunaan sadar atas satu kelebihan spesifik pemainnya.
“Gatti kuat dalam duel udara, dan di situasi seperti ini kami bisa memanfaatkan dia.”
— Luciano Spalletti, Pazzi di Fanta
Dan ini bukan kali pertama. Tuttosport mencatat bahwa pada awal Maret 2026, gol Gatti pada menit ke-93 pula yang mencegah tim Spalletti kalah di duel langsung perebutan tiket Liga Champions. Pola yang sama, peran yang sama, menit yang praktis sama.
La Sicilia menyebut langkah itu sebagai manuver orang kepepet yang kebetulan berhasil. Penilaian itu adil kalau melihat konteksnya: Juventus sedang tanpa Kenan Yildiz, Khephren Thuram, Weston McKennie, dan beberapa nama lain, sementara umpan silang mereka sepanjang malam berulang kali jatuh tanpa penerima. Memasukkan bek yang kuat di udara adalah cara paling langsung untuk memberi umpan-umpan itu sasaran.
Manuel Locatelli, yang memakai ban kapten, memilih menyoroti sisi yang sama dari sudut ruang ganti.
“Saya senang karena pemain yang masuk dari bangku cadangan tampil sangat bagus. Itu penting sekali buat seluruh skuad, bahwa siapa pun yang masuk bisa ikut membantu.”
— Manuel Locatelli, Juventus.com
Namun Locatelli tidak berhenti di pujian. Ia juga menunjuk persoalan yang membuat trik seperti itu jadi perlu di menit ke-92.
“Juventus ini pertama-tama harus lebih baik dari tahun lalu, kami harus berusaha lebih tega di kotak penalti, karena hari ini pun banyak peluang yang tidak kami manfaatkan.”
— Manuel Locatelli
Satu poin terselamatkan, tapi pesannya bertahan: solusi Juventus malam itu datang dari bek yang dipasang jadi penyerang, bukan dari para penyerangnya.