Inter membuka pertahanan gelar Serie A dengan kemenangan 4-1 atas Monza di San Siro, Sabtu (22/8/2026). Skornya meyakinkan, tetapi jalannya laga tidak semulus angka akhir: Hakan Calhanoglu membawa Inter unggul pada menit ke-5, sebelum Gustavo Varela menyamakan kedudukan dan menutup babak pertama 1-1. Baru di babak kedua tuan rumah lepas landas lewat Piotr Zielinski (48’), Pio Esposito (55’), dan Yann Bisseck (63’). Cristian Chivu pun mengakui timnya sempat kehilangan arah.
“Senang dengan kemenangan ini. Kami memulai dengan baik, lalu permainan kami berantakan.”
— Cristian Chivu, Il Cittadino di Monza e Brianza
Chivu tidak menutupi bahwa performa babak pertama jauh dari harapannya. Ia bicara soal ritme yang belum ketemu dan kekakuan khas laga pembuka musim.
“Kami masih agak kaku dan terburu-buru, sentuhan teknis pun belum rapi.”
— Cristian Chivu
Sebagian dari itu, menurut Chivu, adalah kredit untuk lawan. Monza kini ditangani Ivan Juric, dan Chivu menyebut cara tim-tim asuhan Juric bermain memang dirancang untuk membuat lawan tidak nyaman.
“Tim-tim asuhan Juric selalu membuatmu bermain buruk dan tidak membiarkanmu melakukan apa yang kau inginkan.”
— Cristian Chivu
Titik baliknya datang tepat setelah turun minum. Gol Zielinski yang mengubah kedudukan menjadi 2-1 di menit-menit awal babak kedua disebut Chivu mengembalikan ketenangan yang seharusnya sudah dimiliki timnya sejak awal.
“Sentuhan teknis di babak kedua sudah mulai rapi dan tenang. Gol 2-1 tepat setelah jeda sangat membantu kami.”
— Cristian Chivu
Setelah unggul dua gol, Inter berjalan lebih leluasa dan menambah dua gol lagi untuk mengunci tiga poin pertama musim ini. Bagi Chivu, catatannya jelas: hasil sudah didapat, tetapi konsistensi selama 90 menit — bukan hanya babak kedua — yang jadi pekerjaan rumah tim juara bertahan ini ke depan.