Di konferensi pers menjelang laga pembuka Serie A kontra Monza, Cristian Chivu ditanya apakah ia sempat menghubungi Curtis Jones sebelum gelandang itu resmi bergabung dengan Inter. Jawabannya jadi momen paling cair sepanjang sesi.
“Saya tidak mau bicara soal hal-hal yang saya lakukan secara pribadi. Seorang pelatih, kalau menginginkan seorang pemain, ya membolehkan dirinya bicara dengan pemain itu. Saya bantah pernah melakukannya — meski semestinya itu bukan rahasia besar.”
— Cristian Chivu
Yang tidak ia sembunyikan adalah kepuasannya. Chivu menyebut senang Jones kini ada bersama mereka dan senang Inter bisa memasukkan pemain dengan karakteristik yang memang mereka butuhkan. Menurutnya Jones menunjukkan kesediaan penuh untuk datang dan bermain bagi Inter — hal yang sama, kata Chivu, berlaku untuk Djed Spence dan John Stones. Ketiganya disebut sadar betul akan besarnya klub ini dan nilai yang sudah dibangun tim selama bertahun-tahun, dan dengan tambahan itu ia yakin level skuadnya akan naik.
Chivu menolak saat diminta membandingkan Spence dengan Denzel Dumfries. Menurutnya perbandingan semacam itu tidak adil; yang penting Inter memilih Spence justru karena karakteristiknya sendiri, dan sang pemain masuk ke ruang ganti yang punya nilai-nilai jelas serta masih ingin mendominasi.
Pertanyaan yang tidak ia jawab datang soal Aleksandar Stanković, yang belakangan dikaitkan dengan kepergian. Chivu menegaskan tidak bisa membahas pemain satu per satu: bagi dia Stanković bagian dari grup dan bersaing dengan yang lain untuk menit bermain penting sepanjang musim, tapi ia tidak bisa membenarkan maupun membantah kabar yang beredar dari luar.
Satu lagi yang menarik datang dari arah berbeda. Walter Zenga sempat menyebut Inter tim yang sangat kuat, tapi tidak melihat sosok berkelas internasional di posisi penjaga gawang. Ditanya soal Josep Martínez dan Ivan Provedel, Chivu menjawab pendek dan telak.
“Kalian bicara soal pemain inti dan hierarki, saya bicara soal standar. Kalau kami memang belum punya kualitas internasional di posisi kiper, maka tugas kami melakukan yang terbaik supaya mereka menjadi internasional.”
— Cristian Chivu
Soal aturan baru yang mulai berlaku musim ini, Chivu mengaku terbuka pada apa pun yang bersifat inovatif sampai terbukti sebaliknya, karena tujuannya menambah tempo pada laga-laga yang membosankan. Ia menyebut pertemuan dengan pihak perwasitan sudah membahas waktu efektif permainan — angka tertinggi yang pernah dicapai 62 menit, dengan rata-rata di kisaran 55 sampai 58 menit. Ia menutup bagian itu dengan setengah bercanda: selamat berjuang untuk semua wasit musim ini.