Inter membuka Serie A 2026/2027 dengan menjamu Monza di San Siro pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 18.30 waktu setempat atau 23.30 WIB. Sehari sebelumnya Cristian Chivu menggelar konferensi pers di Appiano Gentile, dan satu nama mendominasi pertanyaan wartawan: Lautaro Martínez.
Chivu menolak masuk ke pembahasan bursa. Ia menyebut Lautaro kaptennya, juara dunia 2022, dan finalis beberapa bulan lalu — lalu memberi jawaban yang justru paling banyak dikutip malam itu.
“Saya tidak takut siapa pun dan saya tidak ada di sini untuk bicara soal bursa. Saya di sini untuk bicara soal Monza dan ambisi tim ini. Bagi saya Lauti adalah sang kapten; beberapa hari ke depan namanya mungkin akan banyak dibicarakan, dan memang selalu begitu untuk pemain-pemain penting. Saya memegangnya erat-erat, saya percaya dia akan bertahan lama karena dialah pemain yang ingin kami jadikan fondasi untuk masa depan. Tapi bursa transfer itu selalu bajingan, jadi jawaban atas pertanyaan ini tidak akan saya berikan. Yang jelas, saya ingin dia bertahan.”
— Cristian Chivu
Kalimat terakhir itu penting: Chivu tidak pernah menjamin Lautaro tidak akan pergi. Ia menyatakan keinginan, bukan kepastian, dan secara terbuka menolak memberi jawaban tegas.
Soal kondisi fisik sang kapten, Chivu menyebut Lautaro memulai persiapan agak terlambat dan baru akan dinilai menjelang laga. Ia juga menganggap wajar bila pemainnya diberitakan diminati klub lain — menurutnya itu justru tanda bahwa mereka diakui sebagai pemain besar di dunia.
Menyangkut bursa secara umum, Chivu menempatkannya sebagai urusan jangka panjang, bukan tambal sulam. Kewajiban Inter, katanya, adalah memperbaiki diri; mereka tidak sedang melihat tim seperti apa Inter hari ini, melainkan menyiapkan akan jadi apa tim ini nanti. Dengan skuad yang ia nilai berkualitas dan kompetitif, Inter disebutnya berangkat dari titik awal yang bagus.
Adapun soal status juara dan tekanan yang menyertainya, Chivu memilih menurunkan tensi ke urusan paling dekat: hanya laga melawan Monza yang berarti sekarang.
“Kami mulai lagi dari nol, dengan kesadaran bahwa kamilah tim yang harus dikalahkan. Tidak ada yang akan memberi kami apa pun secara cuma-cuma. Kami akan berusaha tampil kompetitif dan mewujudkan ambisi kami.”
— Cristian Chivu
Ditanya siapa pesaing terberat dalam perburuan Scudetto, jawabannya satu kata: tidak ada. Menurut Chivu semua tim berangkat dari nol dan hanya kompetisi yang akan menentukan nilai sesungguhnya sebuah tim — yang ia urus cuma Inter dan pertumbuhannya sendiri, tanpa merasa cukup dengan apa yang sudah diraih.