Andoni Iraola menjalani debut sebagai pelatih Liverpool dengan hasil imbang 2-2 di markas Newcastle United pada laga pembuka Premier League. The Reds sempat dua kali tertinggal, lewat gol cepat Anthony Elanga pada menit ke-5 dan gol Joe Willock di babak kedua, sebelum Cody Gakpo dan penalti Dominik Szoboszlai di menit 90+9 menyelamatkan satu poin. Bagi Iraola, gol penyeimbang di detik-detik akhir membuat hasil ini terasa lebih manis.
“Karena kami mencetak gol di akhir, rasanya mungkin jadi lebih manis.”
— Andoni Iraola, Liverpool FC
Iraola menekankan bahwa satu poin itu bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari sikap pantang menyerah timnya yang terus menekan sampai peluit panjang. Menurutnya statistik dan peluang bersih ada di pihak Liverpool sepanjang laga.
“Ini sebuah hadiah karena menurut saya kami tidak pernah menyerah.”
— Andoni Iraola
Meski begitu, ia tetap realistis soal nilai dari hasil tersebut. Iraola tidak membesar-besarkan satu angka di klasemen, tetapi menegaskan itu setimpal dengan usaha yang ditunjukkan para pemainnya.
“Memang tidak banyak, satu poin, tapi setidaknya ini sesuatu yang pantas kami dapat.”
— Andoni Iraola
Soal dua gol yang bersarang ke gawangnya, Iraola tidak terlalu terkejut. Ia menyebut kecepatan lini depan Newcastle sebagai ancaman yang memang harus diwaspadai, dan kebobolan dari situasi transisi menjadi salah satu catatan utamanya.
“Bukan kejutan besar saat menghadapi Newcastle, salah satu lini depan tercepat. Kamu tidak ingin kebobolan dari transisi.”
— Andoni Iraola
Hasil imbang ini memberi Iraola awal yang tidak sempurna, tetapi juga tidak buruk, di kursi kepelatihan Liverpool. Timnya menunjukkan mental bertarung yang ia inginkan, meski pekerjaan rumah soal ketahanan dalam bertahan sudah terlihat sejak laga pertama.