Liverpool Sudah 3 Kali Comeback dalam 4 Laga

UEFA Champions League

Liverpool Sudah 3 Kali Comeback dalam 4 Laga

Iraola pasca Liverpool 2-1 Atleti di UCL

Ada satu angka yang dibawa sendiri oleh Andoni Iraola ke ruang konferensi pers seusai Liverpool menundukkan Atletico Madrid 2-1 di Anfield. Bukan jumlah tembakan, bukan penguasaan bola, melainkan berapa kali timnya sudah membalikkan keadaan sejak musim dimulai.

“Kalau tidak salah dari empat laga, tiga kali kami comeback entah bagaimana caranya. Saya rasa itu menunjukkan para pemain terus mendorong, [mereka] menunjukkan karakter dan sekarang tinggal soal membuat semuanya lebih bersih dan lebih tajam.”

— Andoni Iraola, Liverpool FC

Malam itu polanya sama. Marcos Llorente mencuri keunggulan buat Atletico di menit ke-17, lalu Liverpool mengejar. Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan dari jarak dekat setelah sentuhan cerdik Ronald Araujo di ujung babak pertama, dan Alexis Mac Allister melepaskan tembakan dari sekitar 20 meter yang bersarang di sisi dalam tiang kiri tak lama setelah restart.

Kata yang dipakai Iraola untuk menggambarkan responsnya diucapkan dua kali berturut-turut, seolah sekali saja tidak cukup.

“Saya rasa tim [dan] para pemain sudah menunjukkan karakter besar, karakter besar. Penonton juga membantu kami secara besar-besaran di babak kedua. Di malam-malam seperti ini kita ada di sana untuk mengerjakan tugas, tapi kita juga bisa menikmatinya.”

— Andoni Iraola

Angka itu punya bobot berbeda karena musim baru berjalan beberapa pekan. Iraola baru memegang skuad ini sejak musim panas, dan sebagian besar mekanisme yang ia mau belum sepenuhnya jadi refleks. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan sebuah tim untuk tidak runtuh setelah kebobolan lebih dulu biasanya datang dari ruang ganti, bukan dari papan taktik.

Dua gol Liverpool sama-sama datang dari lini tengah, dan bagi Iraola itu bukan bonus yang kebetulan jatuh. Ia menyebut struktur permainannya memang menuntut para gelandang menjaga posisi, tapi dorongan untuk masuk kotak penalti sudah ada di dalam diri mereka sejak awal.

“Ya, gol yang indah dari Alexis, indah dari Dom Szoboszlai. Saya rasa bagus juga gelandang bisa menambah gol karena kami punya gelandang yang memang naluriah masuk ke kotak penalti.”

— Andoni Iraola

Mac Allister sendiri mengaku menikmati posisi seperti itu. Kepada TNT Sports ia bilang biasanya ia memang memilih menembak saat berdiri di sana, dan meski kesempatannya tidak sering datang, ia senang bisa menutupnya jadi gol yang penting buat timnya. Yang lebih ia soroti justru waktu terjadinya dua gol Liverpool, tepat di ujung babak pertama dan di awal babak kedua, dua momen yang menurutnya sudah mereka bicarakan sebelum laga.

“Saya suka mentalitasnya. Kami menunjukkan hasrat, kami membuat suporter ikut mendukung kami dan itu benar-benar penting saat Anda bermain di Anfield. Itu yang kami mau dan saya rasa ini langkah yang benar-benar positif buat kami.”

— Alexis Mac Allister, Liverpool FC

Iraola menutup catatannya dengan nada yang belum puas. Menurutnya semua ini masih soal membereskan detail, dan pengalaman mengoreksi rencana di tengah laga seperti malam itu akan berguna di kesempatan berikutnya. Tiga poin sudah masuk, dan perjalanan Eropa Liverpool berlanjut ke Austria melawan LASK bulan depan.

Berita lain dari laga ini