Liverpool memulai fase liga UEFA Champions League dengan kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di Anfield, Rabu (9/9) malam waktu setempat. Marcos Llorente membawa tamunya unggul di menit ke-17, sebelum Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan menjelang turun minum dan Alexis Mac Allister membalikkan keadaan di awal babak kedua.
Yang menarik, pertanyaan pertama soal awal laga tidak dijawab Andoni Iraola dengan menunjuk pemainnya. Ia menunjuk dirinya sendiri.
“Ya, saya rasa hari ini saya harus sedikit menyalahkan diri sendiri atas awal laga. Saya rasa Atletico memakai struktur yang belum pernah mereka pakai musim ini dan kami agak kesulitan menyesuaikan diri. Saya rasa sampai kami kebobolan dan kami punya beberapa menit untuk menyesuaikan beberapa hal, [lalu] kami jauh lebih pas menandingi mereka. Itu momen ketika kami mulai bermain lebih baik.”
— Andoni Iraola, Liverpool FC
Pengakuan itu punya bukti di lapangan. Gol Llorente lahir dari satu bola terobos yang membelah lini belakang Liverpool dan diselesaikan satu lawan satu di depan Alisson Becker. Setelah itu Alisson masih harus menepis percobaan Julian Alvarez dari luar kotak sebelum tuan rumah benar-benar menemukan pijakannya.
Perbaikan yang Iraola maksud baru terlihat utuh setelah jeda, dan ia tidak sungkan menilai babak kedua sebagai milik timnya.
“Jelas setelah turun minum, Anda punya lebih banyak waktu, [tapi] semuanya sudah tertata lebih baik. Di babak kedua saya rasa kami tim yang lebih baik.”
— Andoni Iraola
Data babak kedua mendukung klaim itu. Bradley Barcola, yang menjalani laga pertamanya sebagai starter untuk Liverpool, punya peluang emas empat menit setelah restart lewat serangan balik bersama Florian Wirtz sebelum bolanya bergulir tipis di sisi gawang. Tak lama kemudian Rio Ngumoha menggiring di koridor kiri dan mengirim umpan silang yang memantul ke arah Mac Allister. Setelah gol kedua itu, Atletico hanya sesekali keluar dari tekanan.
Bagian yang paling ia hargai justru bukan skornya, melainkan kemampuan menambal rencana di tengah jalan. Iraola baru beberapa pekan memegang skuad ini dan belum punya bank pengalaman bersama untuk dijadikan rujukan cepat di pinggir lapangan.
“Saya senang hari ini karena kami menghadapi situasi yang sangat sulit di awal laga, kebobolan lebih dulu [dan] rencananya tidak terlalu jelas karena mereka mengubah beberapa hal. Saya rasa kami mengoreksinya cukup baik secara langsung, dan pengalaman ini akan membantu kami untuk lain kali.”
— Andoni Iraola
Ia menjelaskan sendiri kenapa koreksi itu harus dilakukan dari nol. Menurutnya ia belum punya tiga tahun kebersamaan yang memungkinkan seorang pelatih cukup berkata “kamu ingat yang ini?” lalu semua orang paham. Untuk sekarang, katanya, ia harus bicara dengan banyak pemain, mengoreksi, dan tetap mengambil hasil di saat bersamaan.
Mac Allister, yang mencetak gol kemenangan, membaca awal laga itu dengan cara yang sama terus terangnya ketika berbicara kepada TNT Sports seusai pertandingan.
“Ini comeback yang bagus. Saya rasa babak pertama benar-benar bagus. Kami kebobolan karena kami belum siap, kami tidak bertahan dengan baik. Tapi selain itu, saya rasa babak pertama sangat bagus.”
— Alexis Mac Allister, Liverpool FC
Iraola juga tidak melewatkan peran tribune. Ia menyebut penonton membantu timnya secara besar-besaran di babak kedua, termasuk di menit-menit akhir ketika Atletico mendorong naik dan para pemainnya sudah kelelahan. Anfield malam itu diisi 59.466 penonton, dan Liverpool menutupnya dengan tiga poin sebelum bertandang ke markas LASK bulan depan.