Dua kepergian di bursa musim panas Arsenal meninggalkan ekor yang belum selesai. Gabriel Jesus pindah ke Barcelona di hari terakhir bursa, Gabriel Martinelli ke Al Hilal pada 3 September, dan keduanya sejak itu menyampaikan hal-hal yang tidak enak soal cara klub memperlakukan mereka. Jelang laga di Sunderland, Mikel Arteta akhirnya diminta menanggapi.
“Sangat terkejut, jujur saja. Terutama karena dengan Gabi saya sempat bicara empat mata di ruang ganti. Saya tidak tahu kata-kata apa yang dipakai, tidak apa-apa, dan kata-kata yang kami ucapkan satu sama lain, semuanya soal rasa terima kasih.”
— Mikel Arteta, Arsenal FC
Bursa musim panas Arsenal memang termasuk yang paling banyak memangkas. Jesus pindah ke Barcelona pada hari terakhir bursa setelah empat tahun di London Utara, sementara Martinelli menerima tawaran dari Arab Saudi menyusul periode ketika ia sempat dicoret dari dua skuad pertandingan tanpa kejelasan soal masa depannya.
Yang menarik dari jawaban Arteta, ia tidak sekali pun membantah isi keluhan itu. Alih-alih membantah, ia menempatkan reaksi tersebut sebagai sesuatu yang wajar terjadi saat kabar buruk disampaikan, dan menyatakan siap jadi tempat kabar itu mendarat.
“Kadang saya paham, kalau Anda harus menyampaikan kabar buruk atau kabar yang tidak diharapkan orang, hal-hal seperti itu jadi reaktif. Harus ada orang yang berdiri di sana menampungnya. Kalau itu harus saya, ya harus saya, dan saya paham.”
— Mikel Arteta
Yang ia pakai sebagai ukuran bukan pekan ini, melainkan jarak beberapa bulan ke depan.
“Yang penting biasanya apa yang terjadi tiga bulan kemudian, enam bulan kemudian. Suasana dan hubungan yang terbangun, dan syukurlah sejauh ini, dengan semua pemain yang pergi, pada satu titik hubungannya benar-benar baik. Saya harap begitu juga kali ini.”
— Mikel Arteta
Yang ia bantah cuma anggapan bahwa hubungannya dengan pemain-pemain itu rusak, dan ukurannya ia tunda ke beberapa bulan ke depan.
Konteksnya lebih luas dari dua pemain itu. Ian Wright sebelumnya ikut mengkritik klub soal perlakuan terhadap Martinelli, yang sempat dicoret dari dua skuad pertandingan tanpa penjelasan yang jelas soal masa depannya.
Di pertanyaan lain, Arteta juga memuji Ezri Konsa yang beradaptasi cepat sejak tiba, menyebut kemampuannya mengumpulkan orang dan kepemimpinannya sudah terasa sejak hari pertama latihan.