Arteta Anggap Nominasi Ballon d'Or Buah Kerja Tim

Premier League

Arteta Anggap Nominasi Ballon d'Or Buah Kerja Tim

Gabriel, Rice dan Saliba masuk daftar 30 besar, pelatihnya masuk nominasi pelatih terbaik, dan Odegaard tidak

Arsenal menutup musim lalu dengan gelar Premier League pertama dalam 22 tahun, dan daftar nominasi Ballon d’Or 2026 mencerminkannya. Gabriel, Declan Rice dan William Saliba masuk daftar 30 besar pemain pria, jumlah terbanyak dari satu klub. David Raya masuk nominasi Trofi Yashin, dan Mikel Arteta sendiri masuk nominasi pelatih terbaik. Upacaranya digelar 26 Oktober.

Ditanya soal itu jelang laga di Sunderland, Arteta menariknya menjauh dari individu.

“Itu menunjukkan posisi klub saat ini, seberapa bagus klub ini berjalan. Saya rasa jelas karena konsistensi yang kami tunjukkan lewat penampilan kami. Lalu penghargaan individu itu datang karena timnya bekerja luar biasa bersama-sama, jadi senang melihatnya. Mereka mengubahnya jadi trofi besar, itu yang penting.”

— Mikel Arteta, Arsenal FC

Jawaban itu konsisten dengan cara Arteta membaca musim lalu. Tiga nominasi dari satu klub bukan hasil tiga penampilan individu yang kebetulan bagus di waktu yang sama, melainkan hasil dari tim yang selesai di urutan pertama.

Soal peluangnya sendiri memenangi kategori pelatih terbaik, jawabannya pendek.

“Itu bukan urusan saya, tapi jelas kehormatan besar bisa ada di sana.”

— Mikel Arteta

Pertanyaan yang lebih sulit datang berikutnya, apakah Rice pantas menang. Arteta menolak menjawabnya dengan cara yang cukup rapi.

“Saya tidak punya hak suara, jadi saya serahkan itu ke para ahlinya.”

— Mikel Arteta

Yang tidak ditanyakan tapi ikut terbaca dari daftarnya, Martin Odegaard tidak masuk 30 besar, padahal kapten Arsenal itu sudah mencetak empat gol di awal musim ini dan tampil jauh lebih tajam dibanding awal musim lalu. Saliba, sebaliknya, masuk daftar sambil menjalani absen panjang karena cedera punggung.

Topiknya lalu bergeser ke timnas. Arsenal berpotensi menyumbang tujuh pemain ke skuad Inggris, dan Arteta memilih menunggu.

“Mari kita lihat dulu apa yang Thomas putuskan, setelah itu baru kita bisa membicarakannya. Saya benar-benar senang dengan pemain-pemain kami, keragaman yang kami punya di dalam skuad, keseimbangan di dalam skuad, terutama kepribadian dan kualitas berbeda yang berhasil kami satukan.”

— Mikel Arteta

Ia menambahkan bahwa kontingen pemain Inggris itu penting bukan cuma di dalam skuad, melainkan juga di staf dan di klub, supaya budaya dan akar Arsenal tetap jelas dan pemainnya tetap terikat pada identitas serta nilai-nilai klub.

Berita lain dari laga ini