Arteta Sengaja Mengacaukan Rutinitas Arsenal Saat Pramusim

Premier League

Arteta Sengaja Mengacaukan Rutinitas Arsenal Saat Pramusim

Pesawat telat dan jadwal berantakan ia ciptakan sendiri, supaya tidak ada yang panik saat itu betulan terjadi

Perjalanan Arsenal ke Napoli pekan ini sempat berantakan karena kekacauan penerbangan, sesuatu yang biasanya masuk kolom alasan seusai laga. Arsenal menang 1-0 di sana, dan ketika ditanya bagaimana ia menangani rutinitas pra-laga yang kacau seperti itu, Mikel Arteta memberi jawaban yang tidak diduga.

Ia mengaku situasi seperti itu memang sengaja ia ciptakan.

“Saya suka tantangan-tantangan seperti itu. Saya berusaha menciptakannya saat pramusim. Jadi ketika hal itu terjadi, kami sudah pernah mengalaminya dan kami sudah tahu. Tiba di stadion sangat telat, rutinitas berubah, dan tiba-tiba para pemain harus melakukan hal lain. Karena ketika itu terjadi, dan itu bisa terjadi, bisa saja ketinggalan pesawat, keretanya telat, jalanan macet parah, dan saya tidak mau para pemain, bukan cuma pemain tapi juga staf, panik.”

— Mikel Arteta, Arsenal FC

Bagian yang paling menjelaskan datang di ujung jawaban itu. Bagi Arteta, waktu yang hilang bukan kerugian yang harus diratapi, melainkan blok waktu yang tinggal diisi ulang. Ia menyebut opsi bermain bersama, menghabiskan waktu bersama, atau tidur, lalu menutupnya dengan larangan yang tegas, yaitu jangan mengeluh dan jangan memakainya sebagai alasan karena itu sama sekali tidak membantu.

Prinsip itu punya konteks yang cukup segar. Sebagian suporter Arsenal ikut terjebak kekacauan penerbangan yang sama dalam perjalanan ke Naples, dan Arteta sudah lebih dulu menyampaikan terima kasih kepada mereka yang tetap sampai ke stadion. Bedanya, untuk timnya sendiri ia tidak menganggap gangguan itu sebagai keadaan darurat, melainkan sebagai skenario yang sudah masuk kurikulum.

Cara berpikir yang sama muncul di pertanyaan lain, saat ia diminta menjelaskan apa yang ia cari dari para pemainnya justru ketika semuanya sedang berjalan lancar. Jawabannya hampir seluruhnya soal hal-hal di luar 90 menit.

“Keesokan harinya. Misalnya bagaimana mereka menjalani pemulihan, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dan energi mereka, cara mereka berlatih keesokan paginya, perhatian yang mereka berikan di ruang rapat, rentang perhatian mereka saat kita menatap mata mereka, dan seberapa banyak mereka membicarakan laga berikutnya atau apa yang harus mereka pelajari dari laga sebelumnya. Banyak yang harus diamati.”

— Mikel Arteta

Dua jawaban itu menjelaskan kenapa Arsenal jarang terdengar mengeluh soal jadwal. Malam ini mereka bertandang ke Stadium of Light, stadion yang menurut Arteta akan berisik luar biasa, dan tempat mereka kehilangan poin di menit-menit akhir musim lalu. Kalau teori pramusimnya benar, ini persis jenis malam yang sudah ia latih.

Berita lain dari laga ini