Sehari sebelum melawan Malaga, Jose Mourinho menolak gagasan bahwa timnya adalah dua bintang ditambah sembilan pelengkap. Seusai kemenangan 4-0, ia mendapat pertanyaan dari arah yang sama, kali ini soal apakah Kylian Mbappe dan Vinicius Junior benar-benar bisa hidup berdampingan dalam satu tim yang ia bangun.
Jawabannya singkat dan tidak menyisakan ruang tafsir. Bagi Mourinho, pemain bagus tidak pernah menjadi masalah.
“Pemain yang sangat, sangat bagus ingin bermain bersama. Dengan orang yang sekelas mereka, yang kecepatan berpikir dan mengambil keputusannya sama. Pemain seperti ini memang harus cocok satu sama lain.”
— Jose Mourinho, Madrid Universal
Ia lalu menyinggung langsung narasi yang beredar sejak ia kembali ke Madrid, bahwa ada nama-nama tertentu yang katanya tidak ia inginkan di skuad.
“Banyak dibilang bahwa Mou tidak menginginkan yang ini, yang itu, yang lainnya. Saya selalu menginginkan yang terbaik.”
— Jose Mourinho, Somos Futbol
Syaratnya, kata Mourinho, bukan soal skema atau posisi, melainkan soal apa yang terjadi di antara para pemain itu sendiri.
“Kalau ada empati, kerja sama tim, saya tidak melihat masalah apa pun. Saya melihat mereka baik-baik saja.”
— Jose Mourinho
Di lapangan, argumennya sedang berdiri kokoh. Mbappe mencetak gol keempatnya musim ini lewat sepakan voli menyambut umpan silang Trent Alexander-Arnold, sementara serangan Madrid berjalan tanpa harus memilih siapa yang jadi porosnya. Jude Bellingham membuka skor dengan aksi individu, dan tiga gol sudah tercipta sebelum menit ke-31.
Ujian sebenarnya jelas belum datang. Tiga laga di awal musim melawan Espanyol, Real Sociedad, dan Malaga bukan ukuran untuk pertanyaan sebesar itu. Namun untuk sekarang, Mourinho tampak nyaman menjawabnya dengan hasil, bukan dengan penjelasan panjang soal posisi siapa di mana.