Tiga laga, tiga kemenangan, dan sekarang satu laga tanpa kebobolan. Awal musim Real Madrid di bawah Jose Mourinho berjalan nyaris sempurna, dan justru karena itu pelatih asal Portugal tersebut memilih menurunkan suhu ruangan seusai kemenangan 4-0 atas Malaga.
“Masalah akan datang, kekalahan akan datang.”
— Jose Mourinho, Madrid Universal
Peringatan semacam itu adalah salah satu kebiasaan lamanya, dan biasanya muncul persis di saat semuanya sedang berjalan lancar. Madrid belum menemui lawan yang benar-benar merepotkan, belum kehilangan pemain penting karena cedera panjang, dan belum menjalani pekan dengan dua laga berat berturut-turut. Semua itu, menurut Mourinho, cuma soal waktu.
Untuk menjelaskan maksudnya, ia memakai pengalamannya sendiri musim lalu di Benfica. Rekor bagus, menurut Mourinho, tidak selalu berujung pada apa yang sebenarnya dihitung orang di akhir musim.
“Bersama Benfica, saya tidak kalah satu laga pun sepanjang tahun lalu dan kami finis di peringkat ketiga. Saya dengan senang hati menerima kalah beberapa laga asal menang gelar.”
— Jose Mourinho
Yang ia bandingkan bukan kualitas permainannya, melainkan cara orang menilai sebuah musim. Rangkaian hasil tanpa kekalahan tetap bisa berakhir tanpa satu pun trofi, dan sebaliknya, musim dengan beberapa kekalahan bisa berakhir dengan gelar. Mourinho jelas ingin timnya diukur dengan ukuran yang kedua, terutama pada Agustus ketika belum ada apa pun yang benar benar dipertaruhkan.
Nada yang sama ia pakai saat ditanya soal Yan Diomande, pemain muda yang datang dengan harga besar musim panas ini dan malam itu masuk dari bangku cadangan. Handballnya sempat berbuah penalti untuk Malaga di menit ke-85 sebelum dianulir VAR. Mourinho meminta semua orang berhenti membaca banderolnya.
“Saya tidak bisa melihat angka 120 atau 130 juta itu. Saya harus melihat seorang pemain yang baru saja menjalani satu musim dengan level tinggi.”
— Jose Mourinho, Somos Futbol
Menurutnya, angka sebesar itu membuat orang menunggu sesuatu yang tidak realistis dari seorang pemain yang usianya masih sangat muda.
“Ketika kamu bicara soal angka sebesar itu, kamu membayangkan seseorang yang datang lalu langsung membuat semua orang terpukau. Tapi bukan begitu, ia anak muda. Ia perlu melangkah selangkah demi selangkah. Ia bekerja keras dan bekerja dengan baik.”
— Jose Mourinho, Madrid Universal
Dua jawaban itu berangkat dari pertanyaan berbeda, tapi isinya sama. Madrid sedang berada di periode ketika semuanya terlihat mudah, dan Mourinho jelas tidak ingin standar penilaian musim ini ditetapkan berdasarkan tiga pekan pertama. Jeda internasional yang datang setelah laga ini memberinya waktu dua pekan sebelum ujian yang sesungguhnya mulai berdatangan.