Real Madrid menggilas Malaga 4-0 di Santiago Bernabeu, Minggu (30/8), lewat gol Jude Bellingham di menit ke-19, gol bunuh diri kiper Alfonso Herrero di menit ke-26, dan sepakan voli Kylian Mbappe di menit ke-30 menyambut umpan silang Trent Alexander-Arnold. Arda Guler menutupnya di menit ke-91. Tiga kemenangan dari tiga laga, tapi yang paling disyukuri Jose Mourinho justru angka nol di kolom sebelah.
Ini kali pertama Madrid tidak kebobolan musim ini, setelah kemasukan di dua laga sebelumnya melawan Espanyol dan Real Sociedad. Bagi Mourinho, itu bukan bonus melainkan target yang memang disiapkan sejak sebelum laga.
“Sebagai tim, sasaran kami adalah menjaga gawang tetap bersih, bekerja dengan baik secara defensif, dan kami sudah melakukannya dengan baik.”
— Jose Mourinho, Yahoo Sports
Babak pertama berjalan persis seperti yang ia mau. Tiga gol sudah tercipta sebelum menit ke-31, dan Mourinho menggambarkan timnya sebagai tim yang tak mau membuang waktu.
“Kami memainkan babak pertama yang sangat kuat, dari tim yang tidak ingin membuang waktu dan langsung menyelesaikan pertandingan.”
— Jose Mourinho
Babak kedua berjalan dengan tempo yang jauh lebih rendah, dan itu pun ia sebut sebagai pilihan, bukan kelalaian. Malaga memang lebih tenang menguasai bola, tapi setiap kali Madrid menaikkan kecepatan, bahaya selalu tercipta.
“Babak kedua lebih dikelola, dengan tempo yang lebih rendah. Setiap kali kami berakselerasi, kami menciptakan bahaya.”
— Jose Mourinho
Meski begitu ia tak menutup mata pada dua puluh menit terakhir, ketika struktur timnya mulai renggang. Malaga sempat mendapat penalti di menit ke-85 sebelum dianulir VAR, dan Rafa Rodriguez lebih dulu membentur tiang di menit ke-43.
“Saya sangat senang dengan semuanya. Tapi memang benar, di periode akhir kami sedikit kehilangan bentuk saat unggul 3-0.”
— Jose Mourinho, Madrid Universal
Soal lini belakang, Mourinho memakai kesempatan itu untuk menegaskan seleranya. Ditanya soal Dean Huijsen, ia menolak membandingkannya dengan musim lalu dan memilih bicara soal hal yang paling ia hargai dari seorang bek tengah.
“Saya suka bek tengah yang bertahan dengan baik. Kalau ia juga rupawan dengan bola, sempurna. Tapi pertama-tama mereka harus bertahan.”
— Jose Mourinho
Kalimat itu terdengar sederhana, tapi cukup untuk menjelaskan kenapa nirbobol pertama musim ini lebih ia banggakan ketimbang empat gol yang tercipta di ujung lain lapangan.