Dua laga pertama Real Madrid berakhir dengan dua kemenangan, dan sebagian besar sorotannya jatuh ke hubungan main antara Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Di konferensi pers jelang laga melawan Malaga, Jose Mourinho diminta menjelaskan koneksi itu, dan ia buru-buru memperlebar bingkainya.
“Ini bukan antara mereka berdua, melainkan antara semuanya. Titik kuncinya adalah kualitas, dan yang kita bicarakan ini super kualitas. Poin kedua, yang sifatnya sekunder tapi tetap penting, adalah empati antara dua orang. Saya sudah tidak sedang bicara antara dua pemain, saya bicara antara dua manusia.”
— Jose Mourinho, Real Madrid
Yang menarik dari jawaban itu, Mourinho menempatkan urusan personal sebagai variabel yang ia hitung, bukan sekadar bonus yang kebetulan ada. Ia bahkan sengaja mengganti kata pemain jadi manusia di tengah kalimatnya, seolah ingin menegaskan bahwa yang bekerja di lapangan bukan cuma kaki dan skema. Menurutnya ketika empati bertemu kualitas, hasilnya bukan sekadar dua orang yang saling mengerti.
“Kami punya empati, persahabatan, dan kolaborasi yang sangat banyak. Ketika kamu menggabungkan empati di level personal dengan kualitas yang brutal, kami punya semua bahan untuk terus jadi lebih baik. Dinamika tim ini dinamika 11 orang, bukan 2 plus 9.”
— Jose Mourinho
Kalimat terakhir itu terdengar seperti koreksi halus terhadap cara sebagian orang membaca timnya musim ini, yaitu sebagai dua bintang besar dengan sembilan pelengkap di sekelilingnya. Mourinho mengulang sikap yang sama ketika ditanya secara khusus soal Bellingham, yang ia puji panjang lebar sebelum akhirnya menolak melanjutkan pembicaraan ke arah individu.
Ia menyebut gelandang Inggris itu pemain unik dan sangat penting bagi timnya, dengan talenta yang berbeda-beda mulai dari fisik, mental, sampai taktik. Kemampuan merebut bola, melakukan pressing, mencetak gol, dan permainan udaranya ia sebut satu per satu, sebuah daftar yang cukup panjang untuk sebuah jawaban yang ujungnya justru menolak memusatkan perhatian ke satu orang.
“Dia pemain yang benar-benar mengesankan, tapi saya tidak terlalu suka bicara soal Kylian, Vini, atau Jude. Saya paham kenapa pertanyaannya begitu, tapi saya sangat senang dengan semua pemain. Kami punya, seperti yang saya bilang di konferensi pers beberapa waktu lalu, pemain hebat, pemain hebat hebat, dan pemain hebat hebat hebat.”
— Jose Mourinho
Lalu ia menutupnya dengan alasan kenapa tetap enggan menonjolkan satu nama. Menurutnya penonton datang ke Bernabeu memang untuk melihat pemain yang berbeda dari yang lain, tapi mereka juga datang untuk melihat sebuah tim bermain sebagai tim, menderita sebagai tim, mengalami kesulitan seperti yang sempat terjadi melawan Real Sociedad, lalu menggilas sebagai tim. Ia menegaskan dirinya adalah pelatih tim itu, dan ia menyukai semua pemain yang ia punya.
Soal kesan dua pekan pertamanya bekerja dengan skuad ini, ia tidak menahan diri. Ia mengaku tidak bisa lebih senang lagi dengan apa yang sedang dilakukan para pemainnya dalam waktu sesingkat itu. Ujiannya berikutnya datang Minggu sore melawan Malaga di Bernabeu, tim promosi yang baru kembali setelah sembilan musim dan sejauh ini belum menang di dua laga pembuka mereka.