Mourinho soal Ballon d'Or, Kalau Mau Menghargai Liga Champions, Berikan ke Luis Enrique

La Liga

Mourinho soal Ballon d'Or, Kalau Mau Menghargai Liga Champions, Berikan ke Luis Enrique

Jose Mourinho menggelar konferensi pers di Ciudad Real Madrid menjelang laga pekan ketiga La Liga melawan Malaga di Santiago Bernabeu. Di antara pertanyaan soal rotasi dan pemain cedera, ada satu topik yang membuat jawabannya jauh melebar, yaitu Ballon d’Or.

Ia membuka dengan mengakui penghargaan itu wajar diincar, apalagi Madrid punya beberapa nama yang masuk hitungan.

“Itu hal yang secara individu sangat indah dan masuk ke dalam sejarah pribadi seorang pemain. Menurut saya wajar kalau ada, jumlahnya tidak banyak, selusin pemain dengan level sangat tinggi, dan tiga atau empat di antaranya milik kami. Wajar kalau itu jadi ambisi.”

— Jose Mourinho, Real Madrid

Setelah itu ia masuk ke definisinya sendiri, dan definisi itu sama sekali tidak bersandar pada trofi yang dimenangkan seseorang musim lalu. Bagi Mourinho, ukurannya adalah apakah seorang pemain akan dirindukan setelah ia berhenti bermain.

“Buat saya, Ballon d’Or harus jatuh ke pemain yang ketika ia berhenti bermain, kita merindukannya untuk selamanya. Saya rindu Maradona, Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano, Messi, Zizou, Lothar Matthaus. Saya rindu orang-orang ini.”

— Jose Mourinho

Dari situ ia langsung menyerang logika yang menurutnya keliru, yaitu memberi penghargaan individu sebagai hadiah atas gelar kolektif. Ia bahkan menawarkan jalan keluarnya sendiri, dengan nada yang sulit dibaca sebagai serius sepenuhnya.

“Kamu tidak bisa memberikan Ballon d’Or ke seorang pemain karena dia menang Liga Champions atau karena dia menang Piala Dunia. Kalau kamu mau menghargai Liga Champions, ya berikan Ballon d’Or itu ke Luis Enrique. Ballon d’Or untuk pelatih, yang mewakili timnya. Atau untuk timnas Spanyol, mungkin Mister De la Fuente pantas dapat Ballon d’Or buat pelatih.”

— Jose Mourinho

Argumennya jelas, penghargaan atas capaian tim sebaiknya diberikan kepada orang yang merancang tim itu, bukan dititipkan ke satu pemain di dalamnya. Dan setelah memisahkan dua hal itu, ia menutup dengan kalimat yang paling terang arahnya.

“Tapi pemain terbaik dunia itu urusan lain. Pemain terbaik dunia ada dua, tiga, atau empat orang, dan kami tahu siapa mereka dan tahu di mana mereka berada. Dan itu di sini.”

— Jose Mourinho

Ia tidak menyebut satu nama pun sepanjang jawabannya. Namun ia menambahkan bahwa ada sosok yang secara individu sudah membuat sejarah pada musim panas ini, dan petunjuk itu tidak butuh banyak tebakan bagi siapa pun yang mengikuti dua laga pertama Madrid. Cara Mourinho membangunnya juga khas, yaitu memagari jawabannya dengan prinsip umum lebih dulu, baru menutup pintunya di satu arah tertentu tanpa pernah benar-benar mengucapkan nama yang dimaksud.

Bagian terakhir jawabannya menyinggung hal yang biasanya tidak masuk daftar kriteria resmi mana pun. Ia bilang penghargaan itu kadang punya sisi politik, dan di titik itulah ia berhenti menyukainya. Ia lalu menegaskan pandangannya soal Ballon d’Or tidak berubah, dan bahwa jawabannya bukan pemain Paris Saint-Germain maupun pemain timnas Spanyol. Dua penyebutan itu bukan kebetulan, karena keduanya persis mewakili pemenang Liga Champions dan juara kompetisi antarnegara yang selama ini jadi bahan kampanye paling gampang menjelang pengumuman.

Semua itu keluar sehari sebelum laga melawan tim promosi yang baru kembali ke La Liga setelah sembilan musim absen. Madrid sendiri menyapu dua laga pertamanya, menang di markas Espanyol lalu mengalahkan Real Sociedad di Bernabeu lewat hat-trick Kylian Mbappe. Laga melawan Malaga digelar Minggu pukul 17.00 waktu setempat, dengan Mourinho memanggil 23 pemain dan memastikan Mbappe termasuk di dalamnya.

Berita lain dari laga ini