Real Madrid menjamu Rayo Vallecano di Santiago Bernabeu, Sabtu (12/9) pukul 21.00 CEST atau Minggu dini hari 02.00 WIB, untuk pekan kelima La Liga. Tuan rumah datang setelah kekalahan pertama mereka musim ini, 1-0 di kandang Real Betis, lalu kemenangan 2-1 atas Inter di pembuka Liga Champions. Ditanya bagaimana kondisi timnya, Jose Mourinho menjawab dengan menyebut hal yang biasanya tidak masuk daftar jawaban.
“Kami senang, bersatu, bekerja dengan baik. Bekerja dengan baik juga berarti pulih dengan baik. Hari ini kami latihan taktik tanpa intensitas tinggi, waktunya singkat, tapi dengan sangat menghormati lawan kami.”
— Jose Mourinho, Union Rayo
Latihan pendek itu bukan kebetulan. Malam ini laga ketiga Madrid dalam sembilan hari, dan mereka duduk di posisi ketiga klasemen dengan sembilan poin dari empat laga. Daftar absennya juga tidak pendek, dengan Eder Militao, Ferland Mendy, Raul Asencio dan Rodrygo semuanya cedera, meski Aurelien Tchouameni dan Endrick sudah kembali bisa dipakai.
Rasa hormat yang ia sebut lalu dijelaskan dengan alasan, bukan basa-basi. Rayo datang setelah kemenangan pertama mereka.
“Mereka datang setelah menang, dan di laga-laga lain, meski tidak menang, mereka menunjukkan kualitasnya dan menunjukkan kenapa kami harus sangat berkonsentrasi untuk laga besok.”
— Jose Mourinho
Bagian yang paling tidak biasa datang berikutnya. Beñat San Jose, pelatih Rayo, sebelumnya menyampaikan pujian untuk Mourinho, dan Mourinho memilih membalasnya di depan wartawan alih-alih membiarkannya lewat.
“Saya manfaatkan pertanyaan Anda untuk berterima kasih kepada Mister Beñat San Jose, karena dia mengucapkan kata-kata yang terlalu ramah untuk saya, yang sebetulnya tidak pantas saya terima, tapi jelas saya mau berterima kasih secara terbuka. Besok saya akan punya kesempatan memeluknya.”
— Jose Mourinho
Mourinho sudah mengisyaratkan akan ada perubahan susunan untuk menjaga kesegaran, dan kalimat soal pulih dengan baik di awal tadi sebetulnya sudah membocorkannya. Nada keseluruhan konferensi pers itu pun jauh dari nada seorang pelatih yang merasa laga kandang melawan tim papan bawah adalah formalitas.