Vinicius Junior baru mencetak satu gol dari lima laga musim ini, dan kritik yang menyertainya mulai terdengar keras. Jose Mourinho ditanya soal itu jelang laga melawan Rayo Vallecano, dan ia memilih menjawab lewat pepatah dari negaranya.
“Di Portugal ada pepatah, entah ada juga di Spanyol atau tidak, bahwa orang cuma melempar batu ke pohon yang berbuah. Apa yang sudah Vini Jr. lakukan di sini beberapa tahun terakhir? Berapa Liga Champions yang dia menangi dan berapa gol yang dia cetak? Dia pohon yang buahnya banyak, dan orang melempar batu karena mereka mau buahnya. Mereka mau versi terbaik Vinicius, dan yang terbaik itu akan datang.”
— Jose Mourinho, VAVEL
Angka yang memicu pertanyaan itu memang tidak nyaman. Satu gol dari lima laga bukan catatan yang biasa menempel pada pemain yang beberapa musim terakhir jadi penentu di Bernabeu, dan sebagian penonton sudah mulai bersuara di tribun.
Yang membuat pembelaan ini tidak berhenti di retorika adalah bagian keduanya. Mourinho tidak menyangkal angkanya, ia mengganti alat ukurnya. Ia tidak sekali pun berjanji Vinicius akan mencetak gol malam ini, dan justru menyodorkan hal-hal yang tidak muncul di laporan pertandingan.
“Vinicius yang itu akan datang, tapi saat ini dia belum sampai. Yang ada adalah Vini yang bekerja lebih keras dari sebelumnya. Di era data, dia sangat dekat dengan kecepatan maksimalnya. Dia memecahkan rekornya sendiri dalam merebut bola, juga di sepertiga pertahanan. Sebentar lagi sampai.”
— Jose Mourinho
Sebagai pembanding, ia mengingatkan penampilan Vinicius saat menuntaskan sendiri sebuah babak melawan Benfica, versi yang menurutnya belum kembali tapi juga tidak hilang.
Pola yang persis sama ia pakai untuk Kylian Mbappe, yang juga jadi bahan pembicaraan pekan ini. Mourinho mengulang pepatah yang tadi, menyebut pemain dengan lebih dari 40 gol tidak pernah bisa menjadi masalah bagi timnya, lalu memuji cara Mbappe bertahan mati-matian di menit-menit akhir laga melawan Inter ketika Madrid bermain dengan sepuluh orang. Menurut dia, orang yang paham sepak bola melihat hal yang sama tapi memilih tidak mengatakannya.
Ia menutup bagian itu dengan menegaskan bahwa kritik dari luar tidak akan menggeser suasana di dalam. Pemain, staf dan dirinya, katanya, sudah menderita dan kalah bersama, dan itu yang mereka bawa ke laga berikutnya.
Soal cemoohan yang sempat terdengar untuk pemainnya di Bernabeu, pelatih asal Portugal itu menolak ikut menilai, meski ia mengaku sedih mendengarnya.
“Kalau stadion mencemooh seorang pemain, saya sedih untuk pemainnya, tapi saya tidak mau menilai atau mengkritiknya. Tiap stadion pada saat tertentu berhak bereaksi dan bersikap sesuka mereka.”
— Jose Mourinho