Pola yang sama muncul lagi di Olimpico, Sabtu (19/9). Roma menguasai babak pertama, unggul 2-0 lewat dua gol Manu Kone, lalu kehilangan cengkeraman di babak kedua sampai Inter menyamakan kedudukan 2-2. Pertanyaan yang datang ke Gian Piero Gasperini pun bukan soal satu laga, melainkan soal kebiasaan menjelang jeda internasional berakhir.
Jawabannya tidak menyangkal apa pun.
“Kami harus memakai seluruh skuad, punya rotasi pemain bahkan sejak menit pertama. Kami bisa melakukannya. Sejauh ini saya bertumpu pada satu kerangka tetap supaya pemain-pemain baru bisa menyatu, dan sekarang mereka semua bisa jadi andalan.”
— Gian Piero Gasperini, FcInterNews
Ia lalu menyebut apa yang menunggu timnya begitu kompetisi bergulir lagi.
“Kalender setelah jeda akan benar-benar berat dan akan jadi kompetisi yang lain, hampir seperti maraton. Tapi saya percaya, siapa pun yang masuk selalu tampil bagus. Saya juga harus punya kepercayaan untuk memainkan mereka sejak awal. Beberapa pemain akan makin bugar dan kami bisa bermain dengan 20 pemain.”
— Gian Piero Gasperini
Kalimat itu bukan sekadar niat. Sejak awal musim Gasperini memang bertumpu pada kerangka pemain yang hampir tidak berubah, sebagian karena banyak pemain baru yang perlu waktu menyesuaikan diri. Jelang laga melawan Inter, ia bahkan sempat menyebut seluruh pemainnya tersedia sebagai sesuatu yang jarang terjadi. Yang ia ubah sekarang bukan siapa yang dipercaya, melainkan berapa banyak yang dipercaya sejak menit pertama.
Contohnya sudah ada di laga ini. Manu Kone, pencetak dua gol Roma, justru ditarik keluar, dan Gasperini menegaskan itu keputusannya sendiri.
“Pilihan saya untuk menarik Kone. Di tengah lapangan ia agak menurun. Sejak awal musim ia belum punya ketahanan 90 menit, musim lalu ia menjalani musim yang melelahkan. Tapi Pisilli tampil bagus, begitu juga Rensch.”
— Gian Piero Gasperini
Penjelasan itu sekaligus menjawab kebingungan di tribune. Menarik keluar pencetak dua gol saat laga masih bisa dimenangi bukan keputusan yang mudah dibaca, dan Gasperini memilih menaruh alasannya pada beban musim lalu, bukan pada penampilan sore itu. Pisilli dan Devyne Rensch yang menggantikan, menurut penilaiannya, menjalankan tugasnya.
Pergantian lain datang bukan karena pilihan. Leandro Balerdi harus keluar karena kram, dan menurut Gasperini itu salah satu momen penting yang mengubah jalannya laga.
“Cederanya jadi momen krusial dalam laga ini, dan itu jelas bukan yang kami harapkan. Itu kram, tidak ada yang istimewa, tapi ia kesulitan bertahan di lapangan. Masalah fisik itu tidak mengurangi nilai penampilannya, yang sekali lagi gemilang.”
— Gian Piero Gasperini
Kram Balerdi memaksa Gasperini menyusun ulang lini belakangnya di saat yang paling tidak tepat, yaitu tepat ketika Inter mulai menemukan iramanya setelah gol pertama Lautaro. Mario Hermoso juga ditarik keluar menjelang akhir laga, kali ini murni karena kebutuhan tenaga segar.
Satu hal yang ia akui tidak sempat ia lakukan adalah mengganti lini depan. Paulo Dybala dan Matias Soule bertahan sampai peluit akhir, dan menurutnya Soule justru tumbuh di menit-menit terakhir. Dari situ datang keyakinan bahwa Roma tetap berbahaya sepanjang babak kedua, meski hasilnya tetap satu poin.