Selama satu babak, Olimpico percaya rentetan itu akhirnya akan putus. Roma unggul 2-0 atas Inter lewat dua gol Manu Kone, yang pertama baru enam menit setelah laga dimulai dan yang kedua menjelang turun minum. Lima puluh detik setelah babak kedua bergulir, semuanya berubah. Lautaro Martinez mencetak dua gol, laga di Serie A pekan kelima itu berakhir 2-2, Sabtu (19/9), dan Gian Piero Gasperini tetap belum pernah mengalahkan Inter.
Yang menarik, nada pelatih Roma sesudahnya sama sekali bukan nada orang yang kehilangan dua poin.
“Ini jadi laga yang sebenarnya bisa dimenangi kedua tim. Situasinya berubah setelah gol di awal babak kedua, gol yang memberi energi kepada Inter, tim besar yang selalu bisa mencetak gol ke gawangmu. Meski begitu, kami tidak menyerah untuk terus menyerang. Laga ini harus memberi kami keyakinan.”
— Gian Piero Gasperini kepada DAZN, TuttoMercatoWeb
Di konferensi pers, ia mengakui ada yang mengganjal, tapi menaruhnya di urutan kedua setelah penampilan timnya.
“Saya puas dengan penampilannya, jelas ada sedikit penyesalan ketika kamu sudah unggul 2-0. Kami menghadapi tim yang sangat kuat. Kami harus keluar dari laga ini dengan sadar bahwa kami sudah melangkah maju.”
— Gian Piero Gasperini, FcInterNews
Alasannya ada di kondisi lawan. Sepanjang pekan-pekan pertama musim ini Inter memang sedang tajam, dan menurut Gasperini itu justru yang menaikkan harga satu poin di Olimpico.
“Kami bertemu Inter yang sedang dalam kondisi hebat, dan itu tidak selalu terjadi dalam satu musim. Kami tampil bagus melawan tim yang sedang berada di puncak kemampuannya. Nilai penampilan ini bagi kami jadi lebih tinggi.”
— Gian Piero Gasperini
Ditanya soal jarak antara Roma dan Inter, ia menolak membicarakannya sebagai jurang.
“Ruang untuk berkembang selalu ada bagi semua orang, termasuk bagi Inter. Kami harus senang dengan jalan yang sedang kami tempuh, dan juga dengan kualitas yang kami tunjukkan di laga-laga seperti ini. Di tim ini ada banyak energi positif.”
— Gian Piero Gasperini kepada DAZN
Konteks pertandingannya mendukung kalimat itu. Roma tampil berbahaya tiap kali melakukan serangan balik di babak pertama, dan menurut catatan laga Inter sempat kesulitan menjelang turun minum. Yang membalik keadaan bukan perubahan taktik lawan, melainkan satu gol yang datang sebelum penonton sempat duduk kembali di babak kedua.
Angkanya memang belum memihak siapa pun. Roma dan Inter sama-sama mengoleksi 13 poin di puncak klasemen bersama Lazio, dan keduanya berjalan beriringan sejak kompetisi dimulai. Sebelum laga, Olimpico hening satu menit untuk Sandro Mazzola, legenda Inter dan tim nasional Italia yang meninggal di usia 83 tahun. Para pemain Inter bermain dengan ban hitam di lengan.
Di sisi lain, satu poin ini juga menahan Roma di tempat yang sama. Dua gol Manu Kone semestinya cukup untuk membawa mereka sendirian di puncak, dan Gasperini sendiri mengakui ada detail-detail yang masih bisa diperbaiki meski ia menilai timnya sudah jauh melangkah.
Yang belum berubah cuma satu hal, dan Gasperini sudah membicarakannya sejak sebelum laga: catatan pribadinya melawan Inter. Ia sempat ditanya apakah Inter adalah kryptonite-nya, dan ia tidak membantah. Satu poin ini tidak mengubah jawaban itu, tapi jelas mengubah nadanya.