Status juara Premier League musim lalu tak membuat Mikel Arteta melunak. Jelang menjamu Chelsea di Emirates Stadium, sang pelatih justru menegaskan bahwa gelar yang baru diraih Arsenal, yang pertama sejak era Invincibles, bukan alasan untuk berpuas diri dan mengendurkan standar.
Ditanya bagaimana ia memastikan keberhasilan itu tidak berubah menjadi kepuasan yang membuat timnya turun level, Arteta menjawab tanpa basa-basi. Baginya, siapa pun yang berpikir gelar juara sudah cukup tak punya tempat di ruang gantinya.
“Itu gampang. Menurut saya pesannya sudah jelas sejak hari pertama. Jadi kalau ada yang berpikir berbeda, saya rasa dia tak perlu ada di sini. Dia harus pergi ke tempat lain.”
— Mikel Arteta, Yahoo Sports
Ketegasan itu datang di momen yang tepat. Chelsea, yang kini ditangani Xabi Alonso, tiba di London Utara dengan modal dua kemenangan dari dua laga awal, menjadikan derby ini ujian pertama yang sesungguhnya bagi Arsenal di kandang sendiri musim ini.
Arteta juga menepis anggapan bahwa Arsenal melemah sepanjang bursa transfer. Ia justru menilai skuadnya kini lebih lengkap dan lebih matang dibanding awal musim lalu, modal penting untuk meladeni lawan sekelas Chelsea.
“Menurut saya kami lebih siap, saya rasa kami punya lebih banyak pemain yang tersedia dibanding awal musim lalu, saya rasa kami menambah kualitas dan juga menambah kepemimpinan di dalam tim, dan itu sangat penting.”
— Mikel Arteta, Arseblog
Ia menekankan bahwa mentalitas juara harus dibuktikan justru saat lawan datang dalam performa terbaik, bukan saat semuanya berjalan mudah.
Bagi Arteta, laga melawan Chelsea adalah kesempatan pertama menunjukkan bahwa lapar timnya tak berkurang sejengkal pun. Ia ingin Arsenal memulai musim sebagai juara yang mempertahankan mahkota dengan sikap, bukan sekadar menikmati capaian yang sudah lewat.