Real Madrid membuka Liga Champions dengan lini tengah yang bolong. Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva sama-sama menjalani sanksi kartu merah sisa musim lalu, sementara Aurelien Tchouameni masih diragukan karena masalah otot. Pertanyaan soal siapa yang mengisi ruang itu jadi pertanyaan pertama yang mestinya paling mudah diduga jawabannya, dan Jose Mourinho memilih tidak menjawabnya.
Yang ia lakukan justru menyindir jadwalnya. Bagi Mourinho, kebetulan bahwa laga inilah yang jatuh tepat ketika tiga gelandangnya tak bisa dipakai terasa terlalu rapi.
“Saya tidak akan mengomentari itu, maafkan saya. Saya bisa menghabiskan lima menit di sini untuk berputar-putar. Saya bicara jujur, dan jelas ketiga pemain itu absen karena skorsing. Saya tidak tahu apakah algoritma kalendernya berbahasa Italia atau tidak, tapi algoritma itu yang memilih laga ini dimainkan dalam situasi seperti ini.”
— Jose Mourinho, Real Madrid
Setelah itu ia menutup pintu sepenuhnya. Mourinho mengaku sudah menduga pertanyaan tersebut akan datang, mengaku punya tiga sampai lima opsi di kepalanya, lalu menegaskan tak satu pun akan ia sebutkan. Bangkunya sendiri tidak longgar: ia menyebut cuma ada dua belas pemain di sana, dan tidak semuanya benar-benar tersedia.
Kalaupun ia tak mau menyebutnya, pilihannya tak terlalu banyak. Prediksi susunan pemain UEFA menaruh Federico Valverde dan Jude Bellingham sebagai poros di tengah, dengan Brahim Diaz di depan mereka, sementara Vinicius Junior dan Kylian Mbappe tetap di depan. Daftar absennya juga tak berhenti di tiga gelandang yang kena sanksi: Eder Militao, Rodrygo, Raul Asencio, dan Thiago Pitarch semuanya cedera.
Justru karena bangku itulah satu nama ikut dibawa. Endrick baru sekali berlatih penuh bersama tim dan belum bermain sejak laga uji coba, jadi porsinya sudah ditentukan sebelum laga dimulai.
“Besok mungkin dia siap bermain lima menit, paling banyak sepuluh, dan sudah itu saja. Dia baru sekali berlatih dengan tim kemarin, dan dia belum bermain sejak laga uji coba. Tapi karena bangku kami lebih longgar, karena ada dua belas pemain dan kami tidak punya semuanya, dia ada di sana dan mungkin akan dapat beberapa menit. Dia pemain serang dan akan bermain di depan.”
— Jose Mourinho
Soal kondisi pemain yang bermain di Betis, Mourinho justru puas. Ia menggambarkan ruang ganti yang habis tenaga di Sevilla, pulih lumayan di latihan hari Minggu, dan normal sepenuhnya di sesi terakhir. Peluang yang terbuang di laga itu ia sebut anomali, bukan gejala.
Satu hal lagi ia gantung untuk malam ini. Seusai kalah dari Betis, Mourinho menyebut para pemainnya “naif” karena tidak menunjukkan ke wasit bahwa mereka ditarik atau dijegal, sesuatu yang menurutnya dilakukan pemain Betis. Ditanya ulang soal kata itu, ia menolak menariknya, menyebutnya menyangkut aspek kultural, dan memberi kalimat yang terbaca seperti janji.
“Mungkin kata ‘naif’ dari saya dipahami sebagai sesuatu yang negatif, tapi saya tidak mengatakannya sebagai kritik. Saya cuma menggambarkan kenyataan apa adanya. Dan besok kalian akan paham betul apa yang saya maksud. Kalian akan sangat mudah memahaminya.”
— Jose Mourinho, Goal
Apa yang ia maksud baru terjawab di lapangan. Madrid menjamu Inter di Bernabeu, Selasa (8/9) pukul 21:00 waktu setempat atau Rabu dini hari pukul 02:00 WIB, dan di sisi lawan daftar absennya justru nyaris kosong: Inter cuma menyisakan Federico Dimarco sebagai keraguan.