Pertanyaannya sederhana: klub macam apa yang Jose Mourinho temukan setelah kembali ke Real Madrid? Jawabannya dimulai dengan kalimat yang aman, lalu berjalan ke arah yang tidak lazim buat seorang pelatih Madrid beberapa jam sebelum kickoff. Yang ia jadikan pembanding adalah lawannya sendiri malam ini.
Mourinho memulai dari yang tak bisa dibantah. Menurutnya Madrid tetap Madrid, tapi ia tak menutupi bahwa klub ini baru melewati musim yang cukup rumit, dan musim seperti itu meninggalkan pekerjaan.
“Klub yang selalu jadi Real Madrid, dan saya pikir cuma itu yang bisa saya katakan. Real Madrid ya Real Madrid. Klub ini pernah melewati satu musim yang cukup rumit, dan ketika kamu punya musim yang berat, jelas banyak hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah bekerja dari dasar stabilitas, bukan bekerja dari dasar masalah.”
— Jose Mourinho, Real Madrid
Di titik itulah ia mengambil Inter sebagai contoh, dan bukan sebagai lawan yang perlu diremehkan atau dipuji basa-basi. Yang ia soroti bukan skuadnya, melainkan hal-hal yang lebih sulit dilihat dari luar: dinamika, struktur, dan cara klub itu bergerak di bursa.
“Kalau kamu bandingkan, misalnya, dengan Inter Milan, itu tidak sama, karena kita sedang membicarakan contoh stabilitas. Kita membicarakan tim yang, meskipun berganti pelatih dalam enam atau tujuh tahun terakhir, tetap jadi tim yang stabil. Dinamikanya, strukturnya, bursanya, pada akhirnya stabilitas.”
— Jose Mourinho
Kesimpulannya ia sampaikan tanpa memutar. Level itu, kata Mourinho, adalah yang harus dicapai Madrid, meski ia langsung menambahkan pengingat bahwa identitas klubnya tak berubah oleh urusan tersebut.
“Jadi Real Madrid harus berusaha mencapai level stabilitas ini. Tapi benar juga bahwa pada akhirnya Real Madrid ya Real Madrid, dan targetnya adalah menang.”
— Jose Mourinho
Pujian itu punya cermin di ruang pers sebelah. Cristian Chivu, yang berbicara dari Bernabeu beberapa jam sesudahnya, menyebut nama dan standar Inter memang sudah terangkat tinggi beberapa tahun terakhir, dan menurut dia klubnya berkewajiban meneruskannya. Dua pelatih, satu penilaian yang sama soal klub yang satu, dari arah yang berbeda.
Yang belum kelihatan tentu apakah stabilitas itu ada gunanya di laga tunggal. Mourinho sendiri sudah mengecilkan bobot laga pembuka ini, dan Chivu mengingatkan bahwa di Liga Champions kemenangan tak pernah otomatis. Kickoff di Bernabeu, Selasa (8/9) pukul 21:00 waktu setempat atau Rabu dini hari pukul 02:00 WIB.