Kelakar Mourinho Peluk Chivu Sebelum dan Sesudah, Tidak Selama Laga

UEFA Champions League

Kelakar Mourinho Peluk Chivu Sebelum dan Sesudah, Tidak Selama Laga

Jelang UCL: Madrid-Inter

Laga pembuka fase liga mempertemukan Jose Mourinho dengan tim yang membuat namanya abadi di Eropa, sekaligus dengan salah satu pemainnya dari tim itu yang sekarang duduk di kursi pelatih. Cristian Chivu membawa Inter ke Bernabeu, stadion yang enam belas tahun lalu jadi tempat mereka berdua mengangkat trofi Liga Champions bersama.

Mourinho tidak menutupi kedekatannya. Ia menyebut hubungan itu tidak berubah oleh posisi yang sekarang saling berseberangan, dan ia terang-terangan senang melihat karier kepelatihan Chivu berjalan mulus. Yang ia tolak adalah membiarkan kedekatan itu ikut masuk ke lapangan.

“Chivu itu salah satu anak saya, timnya juga tim saya, dan akan selalu begitu. Saya sangat sayang dia, dan saya senang semuanya berjalan baik buat dia. Akan menyenangkan memeluknya sebelum laga dan sesudah laga, tapi tidak selama laga.”

— Jose Mourinho, Real Madrid

Batas yang sama ia pasang untuk hubungannya dengan Inter secara keseluruhan. Menurut Mourinho, ia masih dianggap teman di Milan, tapi status itu ia anggap berlaku sebelum dan sesudah pertandingan saja, bukan selama sembilan puluh menit ia berdiri sebagai pelatih Real Madrid.

“Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak ada keraguan soal itu. Sebelum dan sesudah, tapi selama laga, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya pelatih Real Madrid.”

— Jose Mourinho

Batas yang sama ia terapkan pada laganya sendiri. Ditanya apakah pertandingan ini istimewa buat dia, Mourinho menjawab bahwa istimewanya baru terasa setelah laga selesai. Selama pertandingan berjalan, ia menolak menyebutnya lebih dari satu laga biasa, dan alasannya konsisten dengan cara dia membaca fase liga: tidak ada yang diputuskan malam ini.

Pertanyaan terakhir konferensi pers itu yang paling runcing, dan datang dari jurnalis Italia. Beberapa bulan lalu, waktu masih menangani Benfica, Mourinho pernah menyoroti kebiasaan klub-klub besar Eropa menyerahkan timnya ke bekas pemain yang belum menempuh jenjang kepelatihan panjang. Chivu merasa ikut tertuding waktu itu. Ditanya ulang soal itu, Mourinho, yang mengawali jawabannya dalam bahasa Spanyol, menyebut hubungan mereka sudah jelas dengan sendirinya: Chivu pernah jadi pemainnya, mereka bekerja bersama, dan mereka melewati banyak hal bersama, termasuk masa-masa paling sulit dalam hidup Chivu sebagai manusia.

Soal ucapan lamanya ia tak menarik apa pun, tapi ia juga tak membiarkannya menggantung. Di tengah jawaban ia berpindah ke bahasa Italia, lalu memberi penilaiannya dalam dua kalimat pendek yang dipisahkan satu jeda.

“Ada yang bagus, ada yang tidak! Dia bagus!”

— Jose Mourinho, Corriere dello Sport

Sisa pertanyaannya berubah jadi ledekan. Ditanya apakah keduanya sempat saling menghubungi, Mourinho menjawab tidak, lalu membalikkan pertanyaan itu ke si penanya sambil tertawa.

“Kamu kemarin bicara dengan siapa di telepon? Dengan ibumu? Bapakmu? Pacarmu? Temanmu? Kamu mau tahu saya bicara dengan siapa?”

— Jose Mourinho

Setelah ruangan ikut tertawa, ia menutup topiknya dengan kalimat yang sejak awal sudah ia siapkan.

“Mau menjelaskan apa? Tidak ada yang perlu kami jelaskan. Satu pelukan besok sebelum laga, satu pelukan besok setelah laga. Dan selama laga, kita lihat apa yang terjadi.”

— Jose Mourinho

Dari sisi Inter, nadanya berbalas. Chivu menyebut Mourinho sebagai orang istimewa dalam hidupnya, bukan cuma pelatih yang pernah melatihnya, dan alasannya bukan soal sepak bola.

“Jose itu orang yang istimewa bagi saya, orang yang saya beruntung pernah bertemu. Dia banyak membantu saya di satu masa sulit dalam hidup saya, dan itu tidak akan pernah saya lupakan.”

— Cristian Chivu, Inter

Konferensi pers yang cuma berjalan sekitar dua puluh menit itu bahkan ditutup dengan hadiah. Seorang jurnalis Italia meminta izin menyerahkan sesuatu, dan yang muncul adalah alat penyiram taman, benda yang langsung mengingatkan semua orang di ruangan pada malam 2010 di Camp Nou, ketika para pemain Inter merayakan lolos ke final di bawah semburan penyiram rumput yang dinyalakan tuan rumah. Mourinho menerimanya sambil tertawa.

Sisa topiknya tinggal urusan lapangan. Reuni itu jatuh di laga pembuka fase liga, di stadion yang menyimpan malam terbaik keduanya, dan Mourinho sudah menandai lebih dulu bahwa pelukan mereka cuma berlaku di luar sembilan puluh menit. Kickoff Selasa (8/9) pukul 21:00 waktu setempat, atau Rabu dini hari pukul 02:00 WIB.

Berita lain dari laga ini