Ada dua hal yang biasanya dijual pelatih menjelang laga pembuka Liga Champions: bobot laganya dan kualitas permainan yang ia inginkan. Jose Mourinho menolak keduanya. Bobotnya ia kecilkan, dan soal kualitas permainan ia bilang tidak butuh kalau ujungnya tetap kalah.
Jawaban pembukanya diulang tiga kali dalam satu tarikan, dan kalimat pembandingnya diambil dari kekalahan di markas Real Betis akhir pekan lalu.
“Saya mau menang. Saya bisa bilang saya mau bermain bagus, tapi saya tidak mau bermain bagus seperti lawan Betis lalu kalah. Saya mau menang. Kami berada di fase dengan delapan laga dan targetnya lolos, dan saya yakin kami akan lolos. Tapi saya mau memikirkan laga ini sebagai laga tunggal, bukan sebagai laga yang masih disusul tujuh lainnya. Saya mau menang.”
— Jose Mourinho, Real Madrid
Kondisi timnya sendiri ia anggap beres. Mourinho menggambarkan ruang ganti yang habis tenaga di Sevilla, pulih lumayan di latihan Minggu, lalu normal sepenuhnya di sesi terakhir. Penilaiannya soal laga itu pun tidak berubah setelah ditonton ulang: timnya bermain baik dan sebagai satu tim, dan peluang yang terbuang ia sebut anomali. Yang tersisa cuma persoalan yang sudah diketahui semua orang, yaitu daftar pemain yang tak bisa ia pakai.
Yang menarik, bobot laganya justru ia turunkan sendiri. Format baru membuat laga pembuka tak lagi seperti fase grup lama yang cuma berisi empat tim, dan Mourinho memakai itu sebagai alasan untuk tidak menaruh laga ini di atas ukurannya.
“Ini bukan laga yang sangat penting karena tidak memutuskan apa pun. Ini bukan laga sistem gugur, dan bukan pula fase grup seperti dulu yang berisi empat tim. Masih ada tujuh laga lagi, dan saya percaya kami maupun Inter akan lolos.”
— Jose Mourinho
Meski begitu ia tak berpura-pura stadionnya biasa saja. Bernabeu adalah tempat Mourinho merasakan dua ujung karier Eropanya sekaligus, dan ia menyebut keduanya tanpa memilih salah satu.
“Di Bernabeu saya pernah menjuarai Liga Champions, dan saya pernah kalah di semifinal lewat penalti. Saya sudah merasakan yang terbaik dan yang terburuk di stadion ini, tapi saya tidak sedang memikirkan itu, baik yang positifnya maupun yang negatifnya.”
— Jose Mourinho
Yang ia bilang sedang ia pikirkan cuma satu: dirinya sebagai pelatih Real Madrid, dan laga besok. Kickoff di Bernabeu, Selasa (8/9) pukul 21:00 waktu setempat atau Rabu dini hari pukul 02:00 WIB, melawan tim yang menurut dia akan datang mencari poinnya sendiri, persis seperti yang akan dilakukan timnya.