Meski mencetak gol dan ikut memastikan kemenangan, Vinícius Júnior sempat mendapat cemooh dari sebagian pendukung di babak pertama. Ditanya soal itu, José Mourinho memilih menyikapinya dengan tenang dan menaruhnya dalam konteks yang lebih luas.
“Saya tak meminta cemoohan berubah menjadi tepuk tangan. Selalu ada justifikasinya. Orang-orang sedang frustrasi. Beberapa cemoohan tak menyakiti siapa pun, justru bisa membantumu tumbuh.”
— José Mourinho, Managing Madrid
Bagi Mourinho, tekanan semacam itu adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah dan tuntutan besar di Real Madrid. Ia menekankan bahwa menjadi pemain di klub sebesar ini berbeda dengan sekadar menjadi suporter, dan Vinícius harus mampu menyikapinya sebagai pemicu untuk berkembang.
Di balik ketegasan itu, Mourinho justru memperlihatkan sisi hangat hubungannya dengan sang winger. Ia mengungkap keputusannya menarik Vinícius keluar tak lepas dari momen emosional positif setelah golnya.
“Kami bicara bahasa yang sama, jadi lebih mudah bercanda. Saya sebenarnya tak akan menariknya keluar, tapi ada perasaan yang sangat positif setelah golnya, kami punya laga lagi tiga hari lagi dan ia bisa merasakan cinta dari para fans.”
— José Mourinho
Kombinasi pembelaan dan kedekatan itu menegaskan bagaimana Mourinho ingin merawat Vinícius di periode keduanya. Ia tampak paham betul bahwa menjaga keseimbangan mental sang bintang sama pentingnya dengan memaksimalkan kualitasnya di atas lapangan.