Pertanyaan soal kondisi tim biasanya berujung pada nama pemain atau formasi. Jelang Barcelona menjamu Feyenoord di laga pembuka fase liga UEFA Champions League di Spotify Camp Nou, Rabu (9/9) pukul 18.45 CEST atau 23.45 WIB, Hansi Flick membawanya ke arah yang lain.
Jawabannya soal apa yang terjadi di sesi latihan, dan bagaimana isinya berpindah ke hari pertandingan.
“Semua orang punya tanggung jawab untuk memberikan segalanya setiap hari. Kalau kami melakukan itu, itu bagus bagi kami. Level kami juga terlihat di latihan, dan itu membantu kami bermain dengan cara kami sendiri.”
— Hansi Flick, FC Barcelona
Flick menambahkan bahwa level itu harus dibawa ke setiap hari pertandingan, dan alasannya ia sebut sederhana, karena bertarung bersama adalah hal yang penting. Itu bukan tuntutan taktis, melainkan tuntutan sikap, dan ia menaruhnya di depan laga Eropa pertama musim ini.
Lamine Yamal, yang menghadapi media di Ciutat Esportiva pada hari yang sama, menerjemahkan tuntutan itu ke bahasa yang jauh lebih blak-blakan. Ditanya soal gaya pressing Barcelona, ia tidak menggambarkannya sebagai pilihan taktik melainkan sebagai syarat.
“Semua tim yang memenangi trofi beberapa tahun terakhir melakukan pressing. Di sini, semua orang melakukan pressing. Kalau kamu tidak berlari, tim mana pun bisa mengalahkanmu. Kalau kami mau menang, kami harus berlari. Dan kalau kami tidak berlari, kami akan kalah.”
— Lamine Yamal, FC Barcelona
Dua pernyataan itu datang dari ruangan yang sama dan menunjuk ke hal yang sama. Flick meletakkannya sebagai tanggung jawab yang berlaku tiap hari, Yamal meletakkannya sebagai harga yang harus dibayar kalau ingin menang, dan keduanya tidak menyinggung satu pun detail soal Feyenoord.