Gol pertama Raphinha ke gawang Feyenoord datang setelah tiga menit dan lahir dari inisiatif individu, antisipasi di tepi kotak penalti lalu penyelesaian tenang yang menjatuhkan dua bek. Gol keduanya, di babak kedua, punya karakter yang sepenuhnya berbeda.
Kali ini yang membuka pintu adalah Pedri, yang membaca lari kapten Brasil itu ke ruang di antara dua bek tengah lawan dan mengirim umpan tepat ke jalurnya. Raphinha mengatur waktu larinya, membawa bola ke arah gawang, lalu menyelesaikannya dengan kaki kiri. Barcelona akhirnya menang 5-1 di laga pembuka fase liga UEFA Champions League.
Seusai laga, Hansi Flick menaruh dua nama itu dalam satu kalimat.
“Raphinha, kami melihatnya hari ini, intensitasnya hebat. Ketika dia menyerang ke ruang di belakang, dengan umpan dari Pedri untuk gol keduanya, ini luar biasa.”
— Hansi Flick, ESPN
Yang ia soroti dari Raphinha bukan sentuhan akhirnya, melainkan kesediaannya berlari. Sepanjang musim ini kapten Barcelona sudah mencetak gol di kelima laga yang ia jalani, dan dua gol tambahan malam itu membawa koleksinya jadi delapan di semua kompetisi. Ia mengisi peran yang secara nominal bukan penyerang tengah, tapi dengan beban serangan yang setara.
Justru dari sanalah pertanyaan lama itu muncul lagi. Barcelona sepanjang musim panas terus dikaitkan dengan kebutuhan akan seorang nomor sembilan murni, dan malam ketika lima gol datang dari empat pencetak berbeda bukan waktu yang tepat untuk mengulanginya. Pedri, yang menyumbang assist untuk gol kedua Raphinha, menjawabnya kepada Movistar dengan cukup santai.
“Orang selalu ingin penyerang yang mencetak 40 gol semusim, tapi kami punya banyak pemain yang bisa mengambil peran itu. Kami tidak akan kekurangan gol musim ini.”
— Pedri, ESPN
Daftar nama yang ia sebut memang panjang, mulai dari Raphinha, Lamine Yamal, Anthony Gordon, Gabriel Jesus, sampai Karim Adeyemi. Tiga dari lima nama itu mencetak gol malam itu, dengan Adeyemi menandai penampilan Eropa pertamanya bersama klub dan Gabriel Jesus membuka rekeningnya hanya tiga menit setelah masuk sebagai pengganti.
Malam itu juga jadi tonggak buat dua nama lain. Pedri dan Joan Garcia sama-sama mencapai angka bulat dalam jumlah penampilan bersama Barcelona, dan Jules Kounde menyamai Eric Abidal sebagai pemain Prancis dengan laga terbanyak untuk klub. Fase liga baru berjalan satu pertandingan, tapi Camp Nou sudah punya alasan untuk merasa musim ini akan panjang dalam artian yang menyenangkan.