Sehari sebelum laga, Hansi Flick berdiri di depan wartawan dan menuntut timnya memberikan segalanya setiap hari, bukan hanya di hari pertandingan. Malam berikutnya Barcelona melibas Feyenoord 5-1 di Spotify Camp Nou, dan tuntutan itu ternyata tidak ikut menguap bersama lima gol tersebut.
Barcelona sudah memenangi lima laga pertamanya musim ini di semua kompetisi, termasuk 5-0 di Mestalla akhir pekan lalu. Angka-angka itu diakui Flick memang enak dilihat, tapi ia langsung memberi catatan di kalimat berikutnya.
“Saya sangat suka apa yang saya lihat, tapi saya juga melihat situasi-situasi di mana kami harus memperbaiki diri. Saya benar-benar senang dengan apa yang dilakukan para pemain saya di lapangan, tapi selalu ada yang bisa diperbaiki. Jalan menuju akhir masih panjang.”
— Hansi Flick, ESPN
Bagian yang ia anggap sebagai penjelasan atas performa ini juga bukan susunan pemain atau skema, melainkan apa yang terjadi jauh dari kamera. Flick menaruh kredit pada apa yang timnya lakukan di sesi latihan sepanjang pekan.
“Tentu saja kelihatannya benar-benar hebat. Saya rasa kami berlatih sangat keras, sangat berat. Semua orang punya rasa lapar untuk berkembang, untuk jadi lebih baik. Ini berpengaruh ke tim, ke penampilan kami di lapangan, di laga-laga. Ini situasi yang bagus. Kami butuh intensitas ini untuk filosofi kami. Ini penting untuk cara kami menekan sebagai tim.”
— Hansi Flick
Sambungan antara latihan dan lapangan itu terlihat sejak menit-menit awal. Raphinha membuka skor setelah tiga menit lewat antisipasi di tepi kotak penalti dan penyelesaian tenang yang menjatuhkan dua bek sekaligus. Karim Adeyemi memimpin tekanan lini depan sebelum menggandakan keunggulan dengan tembakan kaki kanan, sementara Pedri mengontrol lini tengah dan rotasi empat pemain depan terus merepotkan pertahanan tim Belanda itu.
Bukan berarti semuanya sempurna. Lamine Yamal sempat melepas tembakan melengkung yang tipis di sisi gawang, satu percobaan lain membentur tiang, dan Joan Garcia harus tampil bagus untuk menggagalkan peluang Moussa di salah satu momen langka ketika Feyenoord menekan. Setelah jeda, tim tamu keluar lebih agresif sebelum akhirnya patah oleh gol kedua Raphinha, dan mereka baru membalas di menit ke-82.
Lima gol, tiga poin, dan satu malam Eropa yang nyaris tanpa cacat. Yang tersisa dari ruang konferensi pers justru pengingat bahwa fase liga baru berjalan satu pertandingan dari delapan.