Randal Kolo Muani memulai laga melawan NEC dari bangku cadangan. Luciano Spalletti memilih Nick Woltemade sebagai penyerang utama, dan Kolo Muani baru masuk di menit 71 menggantikan Kerim Alajbegovic.
Dua puluh menit sisanya cukup baginya untuk ikut mengisi papan skor. Di menit 75 ia menusuk dari kiri, melewati lawannya, dan mengirim umpan ke Zeki Çelik yang tinggal menceploskan bola. Tujuh menit kemudian, ia lolos sendirian dari umpan panjang Jhon Lucumí, melewati kiper NEC, dan menutup kemenangan 5-0 Juventus. Itu gol pertamanya musim ini.
Spalletti menilai ruang yang diberikan NEC memang cocok untuk Kolo Muani.
“Larinya ringan dan menusuk ke belakang pertahanan. Kalau dapat ruang seperti tadi, kualitasnya jadi menonjol.”
— Luciano Spalletti, Juventusnews24
Pujian itu datang bersama tuntutan yang sudah ia sampaikan seusai kekalahan di Sassuolo, ketika ia meminta Kolo Muani lebih galak.
“Tapi dia harus lebih kuat dalam duel, kuat menahan tabrakan lawan. Dalam benturan seperti ini dia harus mengerahkan tenaga lebih besar lagi, karena anak ini sehat.”
— Luciano Spalletti
Setelah itu Spalletti membuka cerita dari malam sebelum laga. Juventus menggelar karantina tim yang sifatnya tidak wajib, dan hanya Kolo Muani yang datang.
“Kemarin karantinanya tidak wajib, dan dia satu-satunya pemain yang datang. Dia benar-benar tersiksa kalau tidak bisa berkontribusi untuk tim. Dia tidak tumbang setelah benturan tadi, dan itu tanda yang penting.”
— Luciano Spalletti
Dalam versi yang dimuat Corriere dello Sport, Spalletti menambahkan bahwa Kolo Muani makan dan tidur sendirian di sana. Benturan yang ia maksud, menurut versi yang sama, adalah tendangan yang diterima Kolo Muani dari kiper lawan.
Kepada Sky Sport Italia, Spalletti menutup penilaiannya dengan pujian singkat bahwa malam itu Kolo Muani layak disebut bermain bagus.
Kepercayaan Spalletti kepada penyerang Prancis itu bukan hal baru. Seusai imbang 1-1 melawan Milan awal bulan ini, ia menyatakan akan tetap mendukung Kolo Muani sampai akhir musim.