Juventus membuka fase liga Europa League dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen di Allianz Stadium, Kamis (17/9). Nico González membuka skor di menit 9 dari umpan panjang kiper Grabara, yang gagal dihalau kiper NEC. Kerim Alajbegovic menggandakan keunggulan di menit 24, lalu Nick Woltemade menambah gol ketiga lewat penalti di menit 35. Penalti itu dimenangkan Nico González, yang kemudian menyerahkan bolanya ke Woltemade. Di babak kedua Zeki Çelik mencetak gol di menit 75, dan Randal Kolo Muani menutup pesta di menit 82.
Empat hari sebelumnya, Juventus kalah 3-2 di markas Sassuolo. Luciano Spalletti menjawabnya dengan mengubah pola menjadi 3-4-2-1, memasang Grabara di bawah mistar untuk pertama kalinya sebagai starter, dan menaruh Weston McKennie, yang malam itu memakai ban kapten, di sisi lapangan.
Kepada Sky Sport Italia, Spalletti tidak menyembunyikan kepuasannya.
“Saya sangat puas dengan cara tim memulai laga. Keraguan yang biasa muncul sesudah kekalahan seperti itu mereka ubah jadi keputusan yang tepat.”
— Luciano Spalletti, Corriere dello Sport
Soal pergantian pola, ia menyebut Juventus butuh tim yang lebih rapat dan lebih bertenaga.
“Kami butuh lebih banyak kekuatan, kekompakan, dan tim yang bergerak sebagai satu blok. Melihat jalannya laga, ide dan keputusan untuk mengubah sesuatu terbukti tepat. Dengan formasi ini, musim lalu kami memenangi sejumlah pertandingan.”
— Luciano Spalletti
Ada alasan lain di balik perubahan itu. Spalletti tidak mau membahas daftar cedera, tetapi mengakui pemain yang tersedia untuk sisi lapangan tinggal sedikit, sehingga timnya harus mencari jalan keluar lain.
Di konferensi pers, ia membandingkan langsung laga ini dengan kekalahan di Sassuolo. Di sana, menurutnya, Juventus terlalu banyak berkeliaran di lapangan dan perlu lebih seimbang.
“Malam itu, di beberapa momen, kami kurang cerdas. Malam ini kami bermain cerdas.”
— Luciano Spalletti, Juventusnews24
Yang ia soroti bukan kemampuan individu, melainkan banyaknya keputusan yang diambil bersama sebagai tim, termasuk saat membaca kapan harus ikut menekan.
Kepada wartawan, Spalletti juga tidak mau kemenangan besar ini membuat NEC terlihat enteng. Tim Belanda itu menurutnya bermain terbuka dan terus-menerus berganti arah serangan, gaya yang ia sebut sebagai arah sepak bola sekarang.
“Kalau tim Italia kalah seperti ini, besoknya tim itu harus menghadapi kalian, dan itu tidak akan mudah. Tapi dengan gaya main seperti itu, mereka sudah memenangi banyak pertandingan.”
— Luciano Spalletti, Juventusnews24
Ia menyebut kemenangan ini bukan jalan-jalan santai, dan secara khusus memuji Grabara yang menunjukkan kualitas kakinya saat membangun serangan dari belakang.
Juventus berikutnya menjamu Atalanta di Allianz Stadium, Minggu (20/9). Andrea Cambiaso, yang absen melawan NEC, belum pasti tampil. Menurut Spalletti, pemain itu datang pagi harinya dengan keluhan nyeri ringan, dan kondisinya akan dievaluasi dari hari ke hari.