Inter memenangi laga besar melawan Napoli dengan cara yang dramatis. Di San Siro, Nerazzurri sempat tertinggal dua gol lebih dulu lewat Matteo Politano dan Rasmus Hojlund di awal babak kedua, sebelum bangkit dan menang 3-2. Lautaro Martinez mencetak dua gol, salah satunya di masa injury time, dilengkapi sumbangan Marcus Thuram yang menyamakan kedudukan.
Usai laga, Cristian Chivu justru lebih dulu memuji kualitas pertandingan secara keseluruhan. Baginya, duel penuh gol dan drama itu adalah tontonan yang membanggakan sepak bola Italia.
“Ini laga yang hebat untuk ditonton, menghibur, dan iklan yang fantastis buat sepak bola Italia.”
— Cristian Chivu, Football Italia
Chivu pun tak lupa menaruh hormat pada lawan, sikap yang konsisten dengan pujiannya untuk Napoli dan Massimiliano Allegri sejak sebelum laga. Ia menilai kekalahan Napoli tak mengurangi kualitas tim tersebut.
“Kami harus memuji Napoli karena mereka tim yang kuat, dilatih dengan baik, dan penuh dengan pemain penentu.”
— Cristian Chivu
Meski menang, Chivu tetap jujur soal awal yang buruk. Ia mengakui timnya semestinya bisa mengelola gol pertama dengan lebih baik, dan menyebut gol kedua sebagai buah dari terlalu banyak berpikir. Namun yang membuatnya bangga adalah cara timnya bereaksi setelah tertinggal.
“Kami bisa menangani gol pertama dengan lebih baik, dan kebobolan gol kedua adalah akibat dari terlalu banyak berpikir. Saya suka reaksinya, tim tidak kehilangan kepala dan tetap menjaga identitasnya.”
— Cristian Chivu
Kemenangan comeback ini seakan mempertegas pesan yang ia lontarkan jelang laga, bahwa tak ada pertandingan yang boleh dipandang remeh dan keberanian sepanjang 90 menit adalah kunci. Inter pun menjaga start sempurnanya, kini dengan modal mental juara yang teruji setelah berbalik dari situasi sulit.