Carrick Pilih Nomor 9 Sesuai Lawan, dan Sengaja Menyimpan Rashford

Premier League

Carrick Pilih Nomor 9 Sesuai Lawan, dan Sengaja Menyimpan Rashford

Jelang EPL: Man United-Man City

Derby Manchester ke-199 datang di ujung pekan yang tidak seimbang buat Manchester United. Mereka baru bermain Kamis malam, menang 4-0 atas Sabah di laga pembuka Liga Champions, sementara Manchester City menuntaskan urusan Eropanya sejak Selasa lewat kemenangan 2-0 di Porto.

Pertanyaan pertama untuk Michael Carrick di konferensi pers justru bukan soal jadwal, melainkan soal siapa yang berdiri paling depan. Matheus Cunha dan Benjamin Sesko menafsirkan peran nomor 9 dengan cara yang berbeda, dan Carrick sama sekali tidak menyangkalnya.

“Jelas iya. Sudah kelihatan kelebihan mereka berbeda-beda. Menurut saya kami punya prinsip soal apa yang ingin kami capai sebagai tim dan cara kami bermain, dan mudah-mudahan itu tidak banyak berubah siapa pun yang dipasang, tapi jelas itu memberi kami pilihan yang berbeda.”

— Michael Carrick, The Peoples Person

Jadi yang menentukan bukan siapa yang sedang paling tajam, melainkan ruang mana yang mau diserang dan area mana yang harus dijaga. Carrick menyebut ancaman yang dibawa Sesko, Cunha, Bryan Mbeumo, dan Marcus Rashford semuanya berbeda, dan pilihannya bergerak mengikuti lawan sekaligus keseimbangan timnya sendiri. Kadang pertimbangannya soal penguasaan bola, kadang justru soal apa yang terjadi saat bola tidak di kaki mereka.

Nama Rashford masuk hitungan itu dengan cara yang lain. Dia tidak dimainkan sama sekali saat United menghabisi Sabah, dan Carrick mengakui itu sebagian pencegahan setelah ada yang ia rasakan pada akhir pekan sebelumnya, sebagian lagi soal membagi beban.

“Ada benarnya, ya, ada benarnya, dan sampai batas tertentu kami juga mencoba membagi beban. Jadi selalu ada tantangan tersendiri untuk menakarnya dengan pas, tapi enak rasanya bisa menjaga Marcus tetap segar dan siap untuk akhir pekan.”

— Michael Carrick

Pilihan itu juga punya sisi sebaliknya. Malam itu Benjamin Sesko yang justru butuh menit bermain untuk mengejar kondisi setelah tiga pekan lebih berlatih penuh tanpa pembatasan, jadi satu bangku yang tidak dipakai Rashford praktis berpindah ke sana.

Soal performa Rashford sendiri, Carrick tidak menyimpan kalimat bersyarat apa pun. Menurutnya Rashford benar-benar jadi ancaman saat imbang 2-2 di Everton dan cuma kurang beruntung, dan proses adaptasinya sejak kembali berjalan jauh lebih cepat dari yang biasanya dibutuhkan pemain yang baru pulang. Carrick bahkan mengaku kehabisan cara menjelaskannya, dan cuma mengulang bahwa dia senang Rashford ada di sana.

Satu pemain yang justru tidak dibagi bebannya adalah Bruno Fernandes, yang bermain penuh lawan Sabah. Carrick menjelaskan itu urusan aritmetika bangku cadangan, bukan sinyal bahwa kapten timnya tak tergantikan. Menurutnya skuad ini justru sedang dibangun supaya beban seperti itu bisa dibagi dengan cara yang berbeda-beda.

“Kami cuma punya lima pergantian, jadi kami harus mengambil keputusan tertentu soal seperti apa pergantian itu. Tentu saja dia sama seperti yang lain. Dia memang sudah bermain sangat banyak.”

— Michael Carrick

Satu tanda tanya tersisa di kiri. Luke Shaw melewatkan laga Eropa dan punya rentetan panjang start di Premier League yang membentang sampai musim lalu, tapi Carrick belum memastikan apa pun.

“Kita lihat nanti. Kami sedikit menjaga kondisinya menjelang laga malam ini. Dia belum benar-benar seratus persen siap, jadi kami tidak mengambil risiko. Tapi kita lihat kondisinya dalam satu-dua hari ke depan.”

— Michael Carrick, Manchester United

Kalau Shaw belum bisa, pilihan penggantinya sudah menunjukkan diri. Patrick Dorgu tampil bagus di posisi itu lawan Sabah dan membawa pulang penghargaan pemain terbaik versi UEFA, dan dia pula yang mencetak gol di laga ini musim lalu. Di luar itu, Matthijs de Ligt, Amad, Carlos Baleba, dan Manuel Ugarte masih absen karena cedera.

Berita lain dari laga ini