Kalimat itu dilontarkan pada Juli, jauh sebelum ada bola yang ditendang. Elliot Anderson baru saja diperkenalkan sebagai pemain Manchester City dengan nilai transfer 116 juta pound dari Nottingham Forest, dan ditanya soal derby Manchester pertamanya, dia tidak memilih jalan yang aman.
“Selama saya mengenal Manchester, City selalu jadi raja Manchester.”
— Elliot Anderson, Sky Sports
Gelandang 23 tahun itu menambahkan bahwa derby Manchester salah satu yang terbesar di dunia dan dia tidak sabar terlibat di dalamnya. Kalimat itu keluar di wawancara pertamanya sebagai pemain City, dua bulan sebelum derby pertama yang ia maksud benar-benar tiba. Konteks yang membuat kalimatnya lebih berbunyi, United ikut memantau Anderson musim panas lalu sebelum City yang memenangi perburuannya.
Dua bulan kemudian frasa itu disodorkan ke Michael Carrick di konferensi pers, lengkap dengan pertanyaan apakah itu cerminan yang adil soal posisi derby ini sekarang. Carrick menolaknya tanpa berputar-putar, tapi juga tanpa berpura-pura tersinggung.
“Saya jelas sama sekali tidak memakai frasa itu, tidak. Saya paham maksudnya. Dan menurut saya justru bagus keadaannya sudah bergeser, dalam arti tertentu, karena tiba-tiba yang dituntut dari kami sekarang berbeda dari yang mungkin berlaku beberapa bulan lalu, dan kami ada di Liga Champions.”
— Michael Carrick, The Peoples Person
Yang menarik, bantahannya bukan bantahan atas isi ucapan Anderson. Carrick sama sekali tidak mengatakan Anderson keliru soal 15 tahun terakhir. Yang ia tolak frasanya sebagai penggambaran hari ini, dan argumennya bertumpu pada satu hal konkret yang memang baru berubah, yaitu kembalinya United ke Liga Champions setelah absen dan ekspektasi yang otomatis ikut naik bersamanya.
Dia pun tidak memaksakan nada menantang di kalimat berikutnya. Ekspektasi yang menempel pada perubahan itu ia terima apa adanya, dan dia menutupnya dengan menyebut United tetap berharap, percaya, sekaligus menuntut diri sendiri untuk sampai ke sana.
“Kami cukup rendah hati dan cukup realistis untuk tahu dari titik mana kami berangkat belakangan ini, dan kami ingin jadi lebih baik dan lebih banyak bersaing. Itu tidak berarti kami tidak bisa dan tidak akan bisa.”
— Michael Carrick
Angkanya memang belum berpihak pada Carrick. Setelah tiga pekan Premier League, City memuncaki klasemen dengan rekor sempurna, sedangkan United mengumpulkan empat poin dari kalah 0-2 di Hull, menang 5-2 atas Ipswich, dan imbang 2-2 di Everton. Malam ini di Old Trafford selisih itu diuji langsung, di laga yang menjadi derby Manchester ke-199.