Manchester City menutup pekan kedua Premier League dengan kemenangan 4-1 di markas Crystal Palace. Erling Haaland membuka skor lewat sundulan melengkung menyambut umpan silang Antoine Semenyo, Rayan Cherki menggandakan keunggulan pada menit ke-54, sebelum Yeremy Pino membalas dari tendangan bebas 25 yard yang membentur mistar dan tercatat sebagai gol bunuh diri Gianluigi Donnarumma. Cherki menambah lagi lima menit kemudian, dan Haaland menuntaskan dwigolnya enam menit sebelum bubar.
Hasil itu membuat City mengumpulkan enam poin dari dua laga dan memuncaki klasemen. Namun ketika ditanya soal penampilan timnya, Enzo Maresca justru membuka jawabannya dengan bagian yang tidak berjalan.
“Kami kesulitan pada lima atau sepuluh menit pertama karena kami melakukan pressing dengan cara yang salah, lalu kami menyesuaikan sesuatu.”
— Enzo Maresca, Manchester City
Setelah penyesuaian itu, menurutnya laga berjalan sepenuhnya dalam kendali timnya. Maresca menilai City semestinya bisa mencetak lebih dari empat gol, dan yang sama pentingnya bagi dia, hampir tidak memberi peluang berarti kepada tuan rumah.
Yang paling ia soroti justru bukan urusan mencetak gol. Maresca menyebut pengorbanan dan hasrat pemainnya saat tidak memegang bola sebagai bagian yang paling ia sukai sepanjang malam, dan dari situ ia menarik kesimpulan yang jauh lebih besar daripada satu kemenangan tandang.
“Kalau kami mampu menyamai hasrat dan intensitas lawan-lawan yang berbeda, saya pikir dengan kualitas yang kami punya, kami bisa melakukan sesuatu yang penting.”
— Enzo Maresca
Penegasannya datang di kalimat terakhir: timnya bagus saat menguasai bola, tapi sangat bagus saat tanpa bola. Untuk pelatih yang baru dua laga memimpin City, urutan pujian seperti itu bukan hal sepele, apalagi di klub yang identitasnya selama satu dekade terakhir lebih sering dijelaskan lewat penguasaan bola.
Soal Haaland, penjelasannya jauh lebih sederhana dan hampir terdengar seperti rumus.
“Kami tahu sebagian besar waktu, kalau kami bisa menciptakan peluang, dia bisa mencetak gol. Dia mencetak dua gol, dia bisa saja mencetak satu atau dua lagi. Kami senang dia mencetak gol dan kami menang.”
— Enzo Maresca, ESPN
Rumus itu memang punya dasar. Catatan yang dirilis Manchester City menjelang laga ini menyebut Haaland mencetak gol di seluruh lima pertemuan Premier League sebelumnya dengan Palace, total delapan gol. Dwigol malam itu memperpanjangnya menjadi enam laga dan sepuluh gol.
Haaland sendiri menempatkan penampilan timnya dalam konteks kalender yang mepet. Ia menyebut hampir tidak ada pramusim bagi siapa pun musim ini, dan mengingatkan bahwa Cherki baru lima pekan lalu masih bermain di Piala Dunia. Kesimpulannya, timnya perlu beberapa laga lagi untuk sampai ke kondisi terbaiknya.
“Kami bermain bagus dan maksud saya ini pelatih baru dan semuanya, tapi sebagian besar dari kami sudah lama bermain bersama. Kami tahu apa yang harus dilakukan dan perlu memercayai sistemnya, memercayai Enzo soal apa yang ia inginkan dari kami.”
— Erling Haaland, Manchester City
Malam itu juga menandai debut Ayyoub Bouaddi, yang masuk pada menit ke-82 kurang dari 48 jam setelah kepindahannya dari Lille rampung — persis seperti yang dijanjikan Maresca di konferensi pers pra-laga. City berikutnya menjamu Coventry City yang baru promosi, di Etihad pada 5 September.