Rayan Cherki masuk susunan awal Manchester City di Selhurst Park menggantikan Rico Lewis, dan keluar dari lapangan sebagai pemain terbaik pertandingan. Dua golnya di babak kedua, keduanya dari luar atau di tepi kotak penalti, yang mengubah laga 1-0 yang masih rapuh menjadi kemenangan 4-1.
Yang menarik, Enzo Maresca dan pemainnya sendiri sama sekali tidak sepakat soal seberapa bagus penampilan itu.
Maresca memulai penilaiannya dengan menegaskan bahwa dua gol tersebut bukan alasan utamanya memuji.
“Pasti dia senang, penampilannya sangat bagus, bukan karena dua golnya tapi karena caranya bekerja tanpa bola. Dia yang bertugas memimpin pressing saat Palace memegang bola. Itu laga yang komplet, dengan dan tanpa bola.”
— Enzo Maresca, ESPN
Penilaian itu sejalan dengan tema yang ia ulang sepanjang malam, ketika ia menyebut kerja tanpa bola sebagai bagian yang paling ia sukai dari timnya. Soal cara menangani pemainnya, Maresca memilih membingkainya sebagai urusan yang mudah.
“Dia mencintai sepak bola jadi jauh lebih mudah bekerja dengannya. Dia Rayan — dia memang seperti ini. Kami tahu betapa bagusnya dia, kualitas yang ia punya. Saat ini dia membantu tim, dan akan begitu juga di masa depan.”
— Enzo Maresca
Cherki, beberapa menit kemudian, memberi versi yang jauh lebih keras terhadap dirinya sendiri. Ditanya Sky Sports soal penampilannya, ia tidak menyinggung dua golnya sama sekali dan langsung menunjuk babak pertama.
“Penampilan saya biasa saja. Di babak pertama kami tidak menemukan ruang, saya bermain buruk. Saya perlu menunjukkan kepada mereka bahwa saya ingin bermain, saya ingin mencetak gol. Lain kali saya ingin lebih banyak mengalirkan bola.”
— Rayan Cherki, ESPN
Kalau dilihat dari jalannya laga, penilaian Cherki soal babak pertama tidak sepenuhnya mengada-ada. City memang unggul 1-0 saat jeda, tapi peluang yang terbuang jauh lebih banyak daripada yang masuk, dan Cherki sendiri sempat gagal menembus Dean Henderson dari tepi kotak penalti sesaat sebelum turun minum. Yang berubah adalah babak kedua: golnya di menit ke-54 lahir dari penyelesaian yang licik setelah ia melewati dua pemain, dan golnya di menit ke-59 datang dari sepakan melengkung dari luar kotak, hanya beberapa saat setelah Palace memperkecil ketertinggalan.
Penilaian dari luar lebih dekat ke versi Maresca. Clinton Morrison, mantan pemain Palace yang mengoleksi 102 gol untuk klub itu dan malam itu bertugas sebagai pundit Sky Sports, mengatakan ia rela membayar untuk menonton Cherki dan menyebutnya hiburan murni yang menguasai jalannya laga.
Angka-angkanya juga sudah lebih dulu menunjuk ke arah yang sama, meski di kolom yang berbeda. Menurut catatan yang dirilis Manchester City menjelang laga ini, sejak awal musim lalu Cherki memimpin Premier League dalam jumlah assist dari situasi open play, dan menempati posisi kedua untuk expected assists open play maupun umpan terobosan. Dengan kata lain, reputasinya dibangun sebagai pengumpan, bukan pencetak gol — dan malam di Selhurst Park itu ia justru menyelesaikan sendiri.
Pekan lalu posisinya sendiri belum seaman ini. Cherki hanya duduk di bangku cadangan saat City membuka musim melawan Bournemouth, lalu masuk dan menyumbang assist untuk kedua gol dalam kemenangan 2-1 itu. Dari pemain pengganti yang kecewa tidak dimainkan sejak awal, ia jadi pemain terbaik laga dalam tempo satu pekan.
Yang ia sampaikan setelahnya justru bukan soal dirinya, melainkan soal peralihan zaman di klub itu setelah Pep Guardiola pergi.
“Saya sangat senang dengan kemenangan hari ini. Dengan Pep kami punya cerita besar dan sekarang kami memulai cerita baru. Kami perlu membuktikannya setiap pekan. Kami ada di sini untuk itu.”
— Rayan Cherki, Manchester City