Iraola Soroti Awal Laga Liverpool, Bukan Jumlah Golnya

Premier League

Iraola Soroti Awal Laga Liverpool, Bukan Jumlah Golnya

Dua gol di setiap laga liga musim ini, tapi dua kali juga tertinggal lebih dulu

Liverpool menjamu Fulham di Anfield, Sabtu (12/9) pukul 15.00 waktu setempat atau 21.00 WIB. Tiga laga Premier League yang sudah dijalani menghasilkan angka yang nyaris seragam, dua gol di setiap laga, dan hanya lima poin. Andoni Iraola diminta menjelaskan produktivitas itu di konferensi pers hari Jumat, dan jawabannya justru berbelok ke arah lain.

Bagi dia, mencetak gol bukan bagian yang perlu dibicarakan.

“Saya rasa tim ini punya daya gedor. Biasanya kami berbahaya di semua laga, kami menciptakan peluang, dan kami mencetak dua gol seperti yang Anda bilang. Di beberapa laga itu kami bisa mencetak lebih banyak. Tapi sekarang persoalannya adalah jadi lebih efisien, tidak kebobolan dua gol lawan Newcastle, tidak kebobolan dua gol lawan Forest, dan terutama juga soal kapan gol-gol itu datang, karena saya rasa kami tidak memulai laga dengan cukup baik.”

— Andoni Iraola, Liverpool FC

Dua laga yang berakhir 2-2, melawan Newcastle United dan Nottingham Forest, sama-sama dimulai dengan Liverpool tertinggal lebih dulu. Satu-satunya laga yang terasa nyaman adalah 2-0 atas Ipswich Town, dan Iraola menyebut itu bukan kebetulan.

Konteksnya, Liverpool baru mengumpulkan lima poin dari tiga laga dan duduk di posisi ketujuh, sementara Fulham yang datang sore ini berada di dasar klasemen tanpa satu poin pun. Tiga kekalahan tamu semuanya berselisih satu gol, jadi yang dijelaskan Iraola bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan soal apakah laga ini akan ikut ketat seperti dua laga kandang mereka sebelumnya.

Yang ia inginkan bukan perubahan taktik, melainkan cara timnya masuk ke pertandingan.

“Awal laga mungkin salah satu bagian yang bisa kami perbaiki. Babak kedua biasanya kami lebih baik, tapi saya ingin kami mencoba mendikte permainan sejak awal karena semuanya jadi lebih mudah.”

— Andoni Iraola

Ia sempat memakai laga Liga Champions melawan Atletico Madrid sebagai contoh bahwa penilaian soal awal laga gampang berubah cuma karena satu sentuhan. Alexander Isak punya peluang bersih dalam 15 detik pertama dan tidak menjadi gol.

“Kalau golnya masuk, semua orang bilang, ‘Awal yang luar biasa.’ Kalau tidak masuk, ceritanya berubah.”

— Andoni Iraola

Soal kondisi pemain, Bradley Barcola yang ditarik keluar saat kemenangan 2-1 atas Atletico hanya mengalami kram dan diperkirakan tersedia. Cody Gakpo masih menunggu hasil sesi latihan Jumat sore sebelum diputuskan ikut atau disimpan untuk laga Piala Liga melawan Tottenham Hotspur pekan depan.

Berita lain dari laga ini