Alonso Tak Suka Cara Chelsea Menjaga Keunggulan 3-0

Premier League

Alonso Tak Suka Cara Chelsea Menjaga Keunggulan 3-0

Chelsea unggul 3-0 dalam 32 menit, lalu menang 4-3 atas Brighton

Chelsea menang 4-3 atas Brighton & Hove Albion di Stamford Bridge, Minggu (30/8), dan Xabi Alonso keluar dari laga itu dengan perasaan bercampur. Timnya sudah unggul 3-0 sebelum setengah jam berjalan lewat Romeo Lavia, Pedro Neto, dan Joao Pedro, tapi Brighton membalas tiga kali dan baru benar-benar berhenti mengejar setelah wasit meniup peluit panjang.

Alonso tak menyembunyikan bahwa laganya terasa berbeda-beda di tiap fasenya. Ia menyebut kemenangan itu diraih dengan susah payah, sesuatu yang menurutnya wajar terjadi di Premier League menghadapi lawan seperti Brighton.

“Bagus bisa mengakhirinya dengan kemenangan, tapi banyak hal terjadi. Kami akan punya waktu untuk menganalisis fase-fase yang berbeda.”

— Xabi Alonso, VAVEL

Fase pertama itulah yang paling ia sukai. Chelsea tampil langsung menekan sejak menit awal, Lavia membuka skor di menit keempat, Neto menggandakannya sepuluh menit kemudian, dan Joao Pedro menambahnya di menit ke-32 ke gawang bekas klubnya sendiri.

“Setengah jam pertama berjalan brilian. Kami bisa saja mencetak lebih dari tiga gol. Tapi setelah itu kami terlalu turun dalam.”

— Xabi Alonso

Masalahnya justru lahir dari keunggulan itu. Malick Yalcouye memperkecil skor tiga menit setelah gol ketiga Chelsea, dan sepanjang babak kedua tuan rumah lebih banyak bertahan ketimbang melanjutkan permainan yang membuat mereka unggul. Menurut catatan Sky Sports, penguasaan bola Chelsea hanya 25,6 persen, angka terendah yang pernah mereka catatkan di Premier League.

“Setelah 30 menit kami mencetak gol ketiga. Mungkin pada momen itu kami terlalu bermain dengan hasilnya, bukan terus bermain.”

— Xabi Alonso, Sky Sports

Gol bunuh diri Joao Pedro di menit ke-63 membuat laga benar-benar terbuka, sebelum Cole Palmer mengembalikan jarak dua gol di menit ke-74. Pascal Gross masih sempat mencetak gol ketiga Brighton di menit ke-96, terlalu terlambat untuk mengubah apa pun.

Meski begitu, Alonso menolak melihat sore itu sebagai kemunduran. Dua laga, dua kemenangan, dan ia menekankan bahwa timnya masih dalam proses menemukan bentuknya.

“Tapi ini sebuah proses. Kami perlu berkembang lewat kemenangan-kemenangan seperti ini yang memberi kepercayaan diri.”

— Xabi Alonso

Satu nama yang ia sebut khusus adalah Joao Pedro, yang mencetak gol sekaligus gol bunuh diri di laga melawan bekas klubnya. Bagi Alonso, penampilan penyerang Brasil itu sepanjang musim ini sudah menjawab banyak hal.

“Ia luar biasa di semua laga yang ia jalani musim ini dan juga sepanjang pramusim. Ia punya keinginan untuk bermain 100 persen di tiap pertandingan.”

— Xabi Alonso

Pekerjaan rumahnya jelas. Chelsea kini punya modal enam poin dari dua laga, tapi juga bukti bahwa keunggulan tiga gol pun belum tentu aman kalau mereka memilih mundur terlalu cepat.

Berita lain dari laga ini