Menang atas juara bertahan di kandang sendiri, dengan gol penentu di injury time dan hampir 60 ribu penonton di tribun, biasanya cukup untuk membuat seorang pelatih berhenti mengeluh selama sepekan. Shin Tae-yong tidak.
Ia membuka penilaiannya dengan pujian, lalu menutupnya dengan catatan.
“Para pemain tampil sangat baik. Performa hari ini jauh lebih baik dibanding saat melawan Borneo, kesalahan umpan berkurang dan peluang yang diciptakan lebih banyak. Meski demikian, penyelesaian akhir masih perlu kita tingkatkan lagi.”
— Shin Tae-yong, ANTARA
Catatan itu punya bukti di laga yang baru saja ia menangi. Persija menciptakan lebih banyak peluang tapi baru memastikan tiga poin lewat sundulan Ivan Mamut di injury time, setelah keunggulan dari Alexander Jeremejeff sempat disamakan Balsa Sekulic pada menit ke-81. Kemenangan yang seharusnya selesai lebih awal.
Yang ia soroti bukan jumlah peluangnya, melainkan ketenangan saat peluang itu datang.
“Kami harus meningkatkan kemampuan mencetak gol dan keputusan penting dalam finishing.”
— Shin Tae-yong, Media Indonesia
Ini juga bukan keluhan yang muncul tiba-tiba. Sepekan sebelumnya, seusai kemenangan 1-0 di markas Borneo FC, Shin Tae-yong sudah menyebut timnya baru menampilkan separuh kekuatan. Sorotan yang sama datang lagi, cuma dengan bahan yang berbeda.
Satu nama absen dari laga sebesar ini dan itu ikut ditanyakan. Witan Sulaeman tidak dimainkan, dan alasannya muncul dari sesi latihan beberapa hari sebelumnya.
“Di latihan tiga hari lalu ada masalah pada otot pahanya. Jadi, kami tidak memaksanya bermain dan memberinya istirahat agar cepat pulih.”
— Shin Tae-yong
Keputusan itu terbaca lebih jauh dari satu laga. Persija kembali bermain di Jakarta pekan depan saat menjamu Java United pada Sabtu (19/9), dan pelatihnya jelas tidak mau kehilangan siapa pun di awal musim yang sejauh ini berjalan sempurna.