Setelah kalah 2-1 di stadion yang dipenuhi hampir 60 ribu pendukung tuan rumah, ada dua alasan yang biasanya tersedia untuk dipakai. Igor Tolic menolak keduanya.
Yang pertama soal siapa yang salah. Ia tidak mau menunjuk nama.
“Ya, saya rasa hari ini tidak ada seorang pun yang boleh merasa puas dengan penampilan siapa pun. Anda tahu, kesalahan itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja.”
— Igor Tolic, ANTARA
Jawaban itu bukan basa-basi solidaritas. Persib kebobolan gol pembuka dari serangan yang berujung assist Denis Kolinger, lalu kehilangan tiga poin dari bola mati di injury time, dua situasi yang tidak pernah bisa ditimpakan ke satu orang.
Tolic lalu menjelaskan apa yang ia maksud dengan kegagalan kolektif, dan penjelasannya cukup spesifik.
“Setiap pemain bisa bermain bagus, melakukan penyelamatan, saling membantu dengan cepat. Hari ini, ada sekitar tiga kali kami tidak melakukannya. Sekitar tiga kali mereka punya peluang mencetak gol, meski kami sempat berhasil mengantisipasinya. Jadi ya, menurut saya secara keseluruhan, tidak ada hal bagus yang keluar dari permainan kami hari ini.”
— Igor Tolic
Angka tiga yang ia sebut itu menarik karena tidak dipakai untuk membela diri. Tolic justru memakainya sebagai ukuran kegagalan, yaitu tiga momen ketika sistem saling menutup yang ia minta tidak berjalan, dan menyimpulkan bahwa tidak ada satu pun hal bagus yang bisa ia ambil dari sore itu.
Alasan kedua yang ia tolak adalah suasana stadion. Menurut Tolic, kebisingan Gelora Bung Karno sama sekali bukan masalah, meski ia tidak berpura-pura bahwa bermain di sana mudah.
“Memang bagi pemain sedikit sulit untuk saling berkomunikasi di atas lapangan karena suasananya sangat bising. Namun kami sudah menekankan sejak awal agar kami percaya pada diri sendiri, berhati-hati di awal laga, sangat fokus, saling membantu, dan kemudian mencoba berkembang menit demi menit.”
— Igor Tolic
Pengakuan bahwa komunikasi terganggu sekaligus penegasan bahwa itu bukan alasan adalah dua hal yang sulit disatukan, dan Tolic memilih menyatukannya.
Kalimat terakhir itu justru yang paling tajam, karena persis di bagian awal laga Persib kebobolan dan persis kewaspadaan itu yang menurut pengakuannya sendiri tidak ada selama satu jam pertama.
Sikap itu konsisten dengan caranya bicara sebelum laga. Jelang pertemuan ini Tolic menolak menyebut Persija vs Persib sebagai laga penentu gelar dan menaksir peluangnya 50-50, jadi ia tidak punya banyak ruang untuk memperlakukan hasilnya sebagai bencana sekarang.
Pelatih asal Kroasia itu memang tidak berlama-lama di ruang penyesalan. Ia menutup jumpa pers dengan menunjuk jadwal.
“Kami tidak punya banyak waktu untuk bersedih, kami juga tidak punya waktu untuk merasa lelah. Kami harus segera memulihkan kondisi dan bersiap menuju Seoul untuk menampilkan performa terbaik.”
— Igor Tolic
Persib membuka fase grup Liga Champions Asia Dua di markas FC Seoul pada Rabu (16/9), kurang dari empat hari setelah laga ini. Jarak sependek itu memang tidak menyisakan banyak pilihan selain apa yang ia katakan, dan mungkin justru itu yang paling membantu Persib pekan ini.